CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 17:00 WIB
SM, JYP, YG, dan HYBE bekerja sama siapkan pagelaran musik K-pop besar setara Coachella. (iStock/dannikonov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Empat agensi ternama hiburan Korea Selatan SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainment, dan HYBE mengonfirmasi bekerja sama untuk memperluas budaya K-Pop ke pasar global.
Kolaborasi nan dilakukan empat agensi raksasa tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan proyek pagelaran K-Pop dunia setara Coachella.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang membahas strategi kemitraan publik-swasta dengan Komite Pertukaran Budaya Populer pemerintah untuk mempromosikan ekspansi dunia industri K-Culture," tulis JYP Entertainment seperti diberitakan Ten Asia pada Kamis, (16/4).
JYP Entertainment mengonfirmasi bahwa dia berbareng tiga agensi lain dalam bagian musik komite tersebut sedang dalam proses mendirikan perusahaan untuk meluncurkan aktivitas berjudul Fanomenon.
Dalam pernyataan resmi itu, keempat agensi disebut sedang menjajaki beragam struktur kerjasama untuk memastikan operasional upaya nan stabil.
Proses tersebut termasuk menjalani prosedur norma dan administratif nan diperlukan, seperti mengusulkan laporan penggabungan upaya kepada Komisi Perdagangan Adil.
"Kami tetap dalam tahap awal peninjauan, sehingga perincian upaya spesifik dan metode operasional belum diselesaikan," ungkap perwakilan JYP Entertainment.
"Kami berencana untuk mengambil keputusan upaya nan jeli dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan mengumpulkan pendapat dari beragam sektor," lanjutnya.
Nama Fanomenon itu sendiri pertama kali sudah diucapkan pendiri JYP Entertainment, Park Jin-young, pada Oktobe 2026.
Hal itu dia sampaikan selaku ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Park Jin-young mengungkapkan rencananya helar aktivitas berskala besar berjudul Fanomenon, nan menggabungkan kata 'fan' dan 'phenomenon', di seluruh dunia.
Langkah menggabungkan keempat agensi raksasa tersebut dinilai sebagai upaya untuk mewujudkan visi Park Jin-young untuk menciptakan venue unik K-Pop kelas bumi dan menyelenggarakan pagelaran musik dunia nan melampaui aktivitas seperti Coachella.
Kabar itu pun mendapatkan reaksi tegas dari netizen Korea Selatan nan menilai bahwa pagelaran K-Pop berskala dunia lebih baik diselenggarakan di Korea guna menarik kunjungan turis, dibandingkan melakukan ekspansi di seluruh dunia.
"Berhentilah berpikir untuk pergi ke luar negeri dan lakukan (festival) di Korea agar turis bisa datang ke sini. Apa gunanya pergi dan meraih kesuksesan di luar negeri?," tulis salah satu netizen seperti diberitakan theqoo pada Kamis (16/4).
"Acara itu hanya bakal berfaedah jika diadakan di Korea. Jika diadakan di luar negeri, apakah orang bakal datang? Maksud saya, turis bakal datang, tapi...," tulis netizen lainnya.
"Mari lakukan, tetapi berakhir ekspansi ke luar negeri," tulis lainnya.
(van/chri)
Add
as a preferred source on Google
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·