Sk Hynix Dulu Hampir Bangkrut, Kini Perusahaan Paling Berharga Di Korsel

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta -

Dua dasawarsa lalu, SK Hynix berada di periode kebangkrutan dan nilai sahamnya nyaris tidak bergerak. Namun siapa sangka, berkah ledakan tren Kecerdasan Buatan (AI), produsen chip memori ini sekarang meroket dan sukses menyalip Samsung sebagai perusahaan paling berbobot di Korea Selatan.

Lonjakan saham nan belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa minggu terakhir telah melambungkan nilai perusahaan ke tingkat nan fantastis, menjadikannya salah satu pemain kunci di kembali layar revolusi AI global.

Saham SK Hynix ditutup pada nomor sekitar 2,9 juta won di bursa saham Korea pada hari Senin. Kenaikan sebesar 5,6% tersebut mendongkrak total kapitalisasi pasar perusahaan menjadi sekitar USD 1,35 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tidak menghitung saham preferen (preferred shares), nomor ini sukses menempatkan produsen DRAM tersebut sedikit di atas Samsung untuk menduduki posisi puncak di Korea Selatan. Perubahan dramatis ini apalagi menempatkan kedua raksasa teknologi Korsel tersebut tepat di belakang Meta dan Tesla dalam ranking global.

Tentu saja, pihak Samsung lebih suka jika pengamat menyertakan saham preferen dalam perhitungan. Jika digabungkan, valuasi Samsung bakal berada di nomor USD 1,5 triliun, menempatkannya tepat di antara Meta dan Tesla.

Dominasi HBM: Bahan Bakar Revolusi AI

Rahasia di kembali kebangkitan SK Hynix adalah posisinya sebagai produsen terkemuka modul DRAM nan dibutuhkan untuk memori HBM (High Bandwidth Memory). Memori ini adalah komponen krusial nan dipasangkan pada kartu skematis (GPU) Nvidia untuk menggerakkan pusat info AI raksasa di seluruh dunia.

Saat ini, beragam perusahaan teknologi sedang berlomba-lomba membangun akomodasi AI. Akibatnya, pesanan DRAM membeludak hingga melampaui kapabilitas produksi nan bisa ditangani oleh SK Hynix dan para pesaingnya.

Kondisi kelangkaan ini menciptakan ironi di industri teknologi. Di satu sisi, para produsen PC, konsol game, dan smartphone kudu bersusah payah mengamankan pasokan memori di tengah meroketnya nilai komponen. Namun di sisi lain, pabrikan chip memori seperti SK Hynix justru meraup untung besar.

Bangkit dari Jurang Kebangkrutan

Pencapaian ini merupakan titik kembali nan luar biasa dramatis bagi SK Hynix. Sekadar kilas balik:

- Pada tahun 2002, perusahaan ini nyaris ambruk dan nyaris diakuisisi oleh pesaingnya, Micron.
- Selama beberapa tahun setelahnya, nasib perusahaan jatuh ke bawah kendali kreditur.
- Harga sahamnya sempat tertahan di kisaran 100.000 won selama beberapa tahun terakhir.

Namun, sejak musim panas tahun lalu, sahamnya mulai merangkak naik secara konsisten dan nilainya telah berlipat dobel hingga tiga kali lipat sejak bulan April.

Hujan Bonus Ratusan Ribu Dolar untuk Karyawan

Keuntungan luar biasa ini tidak hanya dinikmati oleh perusahaan, tetapi juga mengalir deras ke kantong para karyawannya. Pada bulan September, SK Hynix resmi menghapus pemisah maksimal bingkisan mereka. Rata-rata bingkisan nan didapat tiap tenaga kerja SK Hynix mencapai USD 477 ribu, dengan total pembayaran bingkisan mencapai USD 16,9 miliar. Angka ini diperkirakan bisa menembus USD 900 ribu per tenaga kerja pada 2027 mendatang.

Meski mendulang sukses besar, situasi ini memicu perdebatan di masyarakat Korea Selatan. Sebagian besar publik meyakini bahwa untung durian runtuh tersebut semestinya ikut dibagikan alias dirasakan oleh masyarakat luas. Pasalnya, untuk bisa mencapai status dan kesuksesan seperti saat ini, perusahaan sekelas SK Hynix di masa lampau sempat berjuntai pada biaya talangan nan berasal dari duit pajak rakyat, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (25/6/2026).


(asj/asj)

Sumber detik-inet