PROKALTENG.CO-Haji dan umrah merupakan dua ibadah mulia nan dilakukan umat Islam di Tanah Suci Makkah. Keduanya sama-sama menjadi angan banyak Muslim di seluruh bumi lantaran mempunyai nilai spiritual nan sangat besar.
Meski tampak serupa, rupanya haji dan umrah mempunyai sejumlah perbedaan krusial nan perlu dipahami setiap calon jamaah.
Secara umum, haji dan umrah sama-sama dilakukan dengan mendatangi Ka’bah dan menjalankan rangkaian ibadah tertentu.
Namun dalam praktiknya, terdapat perbedaan mendasar mulai dari hukum, rukun, waktu penyelenggaraan hingga kewajibannya.
Pengertian Haji dan Umrah
Secara bahasa, haji berfaedah menyengaja alias bermaksud menuju sesuatu.
Dalam istilah syariat, haji adalah sengaja menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu sesuai ketentuan hukum Islam.
Sementara umrah secara bahasa berfaedah berkunjung ke tempat ramai alias berpenghuni.
Adapun menurut istilah, umrah adalah sengaja menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu dengan tata langkah khusus.
Dalam sejarah Islam, ibadah haji disebut sudah dilakukan sejak era para nabi terdahulu.
Bahkan disebutkan Nabi Adam AS pernah berhaji hingga 40 kali dengan melangkah kaki.
Perbedaan Hukum Haji dan Umrah
Perbedaan paling utama antara haji dan umrah terletak pada hukumnya.
Haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim nan bisa secara fisik, finansial, dan perjalanan.
Kewajiban haji apalagi menjadi salah satu rukun Islam nan lima.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 97:
“Dan bagi Allah, wajib bagi manusia melaksanakan haji ke Baitullah.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sabda riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Islam dibangun atas lima perkara, salah satunya adalah haji bagi nan mampu.
Sementara norma umrah tetap diperselisihkan ulama.
Sebagian ustadz beranggapan hukumnya wajib, sedangkan pendapat lainnya menyebut sunnah muakkadah alias sangat dianjurkan.
Haji mempunyai lima rukun utama, yaitu:
Ihram alias niat
Wukuf di Arafah
Tawaf
Sa’i
Tahallul alias memotong rambut
Sedangkan umrah mempunyai empat rukun, yaitu:
Ihram
Tawaf
Sa’i
Tahallul
Perbedaan utamanya terletak pada wukuf di Arafah nan hanya ada dalam ibadah haji dan tidak terdapat dalam umrah.
Waktu Pelaksanaan
Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu, ialah mulai bulan Syawal hingga 10 Dzulhijjah alias Hari Raya Idul Adha.
Sedangkan umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun tanpa pemisah waktu tertentu.
Karena itulah banyak umat Islam nan lebih dulu melaksanakan umrah sembari menunggu kesempatan berhaji.
Perbedaan Kewajiban dalam Pelaksanaan
Dalam ibadah haji terdapat beberapa tanggungjawab tambahan seperti:
Ihram dari miqat
Mabit di Muzdalifah
Mabit di Mina
Lempar jumrah
Tawaf wada’
Sementara tanggungjawab umrah lebih sederhana, ialah ihram dari miqat dan menjaga larangan-larangan ihram.
Jika tanggungjawab tersebut ditinggalkan, ibadah tetap sah tetapi kudu bayar dam alias denda tertentu.
Sama-sama Perjalanan Spiritual nan Mulia
Meski mempunyai sejumlah perbedaan, baik haji maupun umrah tetap menjadi ibadah nan sangat spesial bagi umat Islam.
Keduanya mengajarkan tentang kesabaran, pengorbanan, keikhlasan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Bagi umat Islam nan belum mempunyai kesempatan berhaji alias umrah, jangan berkecil hati.
Niat nan tulus dan upaya untuk terus memperbaiki diri juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual nan berbobot besar di sisi Allah SWT.
Sebab sejatinya, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya soal langkah kaki, tetapi juga perjalanan hati untuk menjadi manusia nan lebih baik.(jpg)
PROKALTENG.CO-Haji dan umrah merupakan dua ibadah mulia nan dilakukan umat Islam di Tanah Suci Makkah. Keduanya sama-sama menjadi angan banyak Muslim di seluruh bumi lantaran mempunyai nilai spiritual nan sangat besar.
Meski tampak serupa, rupanya haji dan umrah mempunyai sejumlah perbedaan krusial nan perlu dipahami setiap calon jamaah.
Secara umum, haji dan umrah sama-sama dilakukan dengan mendatangi Ka’bah dan menjalankan rangkaian ibadah tertentu.
Namun dalam praktiknya, terdapat perbedaan mendasar mulai dari hukum, rukun, waktu penyelenggaraan hingga kewajibannya.
Pengertian Haji dan Umrah
Secara bahasa, haji berfaedah menyengaja alias bermaksud menuju sesuatu.
Dalam istilah syariat, haji adalah sengaja menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu sesuai ketentuan hukum Islam.
Sementara umrah secara bahasa berfaedah berkunjung ke tempat ramai alias berpenghuni.
Adapun menurut istilah, umrah adalah sengaja menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu dengan tata langkah khusus.
Dalam sejarah Islam, ibadah haji disebut sudah dilakukan sejak era para nabi terdahulu.
Bahkan disebutkan Nabi Adam AS pernah berhaji hingga 40 kali dengan melangkah kaki.
Perbedaan Hukum Haji dan Umrah
Perbedaan paling utama antara haji dan umrah terletak pada hukumnya.
Haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim nan bisa secara fisik, finansial, dan perjalanan.
Kewajiban haji apalagi menjadi salah satu rukun Islam nan lima.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 97:
“Dan bagi Allah, wajib bagi manusia melaksanakan haji ke Baitullah.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sabda riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Islam dibangun atas lima perkara, salah satunya adalah haji bagi nan mampu.
Sementara norma umrah tetap diperselisihkan ulama.
Sebagian ustadz beranggapan hukumnya wajib, sedangkan pendapat lainnya menyebut sunnah muakkadah alias sangat dianjurkan.
Haji mempunyai lima rukun utama, yaitu:
Ihram alias niat
Wukuf di Arafah
Tawaf
Sa’i
Tahallul alias memotong rambut
Sedangkan umrah mempunyai empat rukun, yaitu:
Ihram
Tawaf
Sa’i
Tahallul
Perbedaan utamanya terletak pada wukuf di Arafah nan hanya ada dalam ibadah haji dan tidak terdapat dalam umrah.
Waktu Pelaksanaan
Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu, ialah mulai bulan Syawal hingga 10 Dzulhijjah alias Hari Raya Idul Adha.
Sedangkan umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun tanpa pemisah waktu tertentu.
Karena itulah banyak umat Islam nan lebih dulu melaksanakan umrah sembari menunggu kesempatan berhaji.
Perbedaan Kewajiban dalam Pelaksanaan
Dalam ibadah haji terdapat beberapa tanggungjawab tambahan seperti:
Ihram dari miqat
Mabit di Muzdalifah
Mabit di Mina
Lempar jumrah
Tawaf wada’
Sementara tanggungjawab umrah lebih sederhana, ialah ihram dari miqat dan menjaga larangan-larangan ihram.
Jika tanggungjawab tersebut ditinggalkan, ibadah tetap sah tetapi kudu bayar dam alias denda tertentu.
Sama-sama Perjalanan Spiritual nan Mulia
Meski mempunyai sejumlah perbedaan, baik haji maupun umrah tetap menjadi ibadah nan sangat spesial bagi umat Islam.
Keduanya mengajarkan tentang kesabaran, pengorbanan, keikhlasan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Bagi umat Islam nan belum mempunyai kesempatan berhaji alias umrah, jangan berkecil hati.
Niat nan tulus dan upaya untuk terus memperbaiki diri juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual nan berbobot besar di sisi Allah SWT.
Sebab sejatinya, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya soal langkah kaki, tetapi juga perjalanan hati untuk menjadi manusia nan lebih baik.(jpg)
2 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·