CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Sering merasa capek jadi salah satu indikasi awal kerusakan ginjal. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kerusakan ginjal sering kali berkembang secara perlahan tanpa indikasi nan jelas di tahap awal. Banyak orang baru menyadari adanya gangguan ginjal ketika kondisinya sudah cukup parah dan kegunaan organ mulai menurun drastis.
Padahal, ginjal mempunyai peran krusial dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dan cairan berlebih, menjaga keseimbangan mineral, hingga membantu produksi sel darah merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari National Kidney Foundation, sekitar jutaan penderita penyakit ginjal kronis tidak menyadari kondisi nan mereka alami lantaran gejalanya kerap dianggap masalah kesehatan biasa.
Ada beberapa golongan nan lebih berisiko mengalami penyakit ginjal, seperti penderita hipertensi, diabetes, mempunyai riwayat family kandas ginjal, hingga lansia berumur di atas 60 tahun.
Berikut merupakan beberapa ciri-ciri ginjal rusak nan perlu diwaspadai.
1. Mudah capek dan susah fokus
Penurunan kegunaan ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun di dalam darah. Kondisi ini membikin tubuh terasa lemas, sigap lelah, dan susah berkonsentrasi.
Penyakit ginjal juga dapat memicu anemia alias kekurangan sel darah merah nan membikin tubuh semakin mudah merasa lelah.
2. Susah tidur
Ginjal nan tidak bekerja optimal membikin racun menumpuk di tubuh lantaran tidak terbuang melalui urine dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur.
Gangguan tidur seperti sleep apnea juga lebih sering ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis.
3. Kulit kering dan gatal
Seperti dikutip dari Kidney Care UK, kulit nan terasa sangat kering dan gatal bisa menjadi tanda gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh akibat kegunaan ginjal menurun.
Ginjal sehat membantu menjaga kadar mineral dan nutrisi dalam darah tetap seimbang. Ketika kegunaan ini terganggu, masalah pada kulit dapat muncul.
4. Lebih sering buang air kecil
Keinginan buang air mini nan lebih sering, terutama pada malam hari, bisa menjadi salah satu tanda kerusakan ginjal.
Kondisi ini terjadi lantaran filter ginjal mengalami gangguan sehingga memicu peningkatan produksi urine.
5. Terdapat darah dalam urine
Ginjal normal bakal menyaring limbah tanpa membiarkan sel darah ikut keluar melalui urine. Namun, saat filter ginjal rusak, darah bisa bocor ke dalam urine.
Selain penyakit ginjal, kondisi ini juga bisa berangkaian dengan infeksi, batu ginjal, alias tumor.
6. Urine berbusa
Urine nan tampak berbusa berlebihan dapat menjadi tanda adanya protein dalam urine. Busa ini biasanya muncul lantaran ginjal tidak bisa menahan protein tetap berada di dalam tubuh sehingga ikut terbuang berbareng urine.
7. Mata bengkak
Bengkak di sekitar mata dapat menjadi tanda awal kebocoran protein akibat kerusakan filter ginjal. Kondisi ini terjadi lantaran tubuh kehilangan banyak protein melalui urine.
8. Kaki dan pergelangan membengkak
Penurunan kegunaan ginjal dapat menyebabkan penumpukan sodium alias garam dalam tubuh sehingga memicu pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
Selain penyakit ginjal, pembengkakan di area bawah tubuh juga bisa berangkaian dengan gangguan jantung alias hati.
Ilustrasi. Nafsu makan menurun, salah satu indikasi awal kerusakan ginjal. (iStockphoto/TeoLazarev)
Penumpukan racun akibat ginjal nan tidak bekerja optimal dapat membikin seseorang kehilangan nafsu makan.
Meski terlihat umum, kondisi ini perlu diperhatikan jika disertai indikasi lain nan mengarah pada gangguan ginjal.
10. Kram otot
Gangguan kegunaan ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti rendahnya kadar kalsium. Kondisi ini dapat memicu kram otot, terutama pada kaki.
Meski sejumlah indikasi di atas dapat menjadi tanda gangguan ginjal, pemeriksaan tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Dokter biasanya bakal melakukan tes darah untuk memeriksa perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) serta tes urine untuk memandang kadar albumin dan kreatinin dalam tubuh.
Deteksi awal krusial dilakukan agar kerusakan ginjal tidak berkembang menjadi kandas ginjal kronis nan lebih berbahaya.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·