Jakarta, CNN Indonesia --
Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat Richard Blumenthal mengatakan ada kemungkinan Presiden Donald Trump menggempur Iran lagi meski sedang gencatan senjata.
Blumenthal memperkirakan serangan itu mungkin terjadi usai mendapat beberapa pengarahan dan info dari sumber nan mengetahui masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapat kesan dari beberapa pengarahan nan saya terima, serta sumber lain, bahwa serangan militer nan bakal segera terjadi sangat mungkin terjadi," kata dia ke CNN, Kamis (30/4).
Blumenthal lampau berujar, "Ini sangat mengkhawatirkan, lantaran bisa melibatkan putra dan putri Amerika dalam ancaman dan potensi korban jiwa nan besar."
Senator AS tak bisa memberikan rincian lebih lanjut termasuk kapan serangan itu dilakukan lantaran masalah kerahasiaan.
"Tapi itu sangat mungkin terjadi sebagai rencana potensial," imbuh dia.
Lebih lanjut, Blumenthal mengatakan para pemimpin militer nan terlibat sudah membicarakan potensi serangan itu sejak lama.
Terpisah, pada Kamis, petinggi militer melakukan pembicaraan dengan Trump mengenai potensi serangan baru ke Iran.
Media AS Axios melaporkan pertemuan berjalan selama 45 menit dan dihadiri Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Mereka mempresentasikan rencana baru untuk potensi tindakan lanjutan terhadap Iran.
Strategi-strategi tersebut konsentrasi pada potensi serangan lantaran AS sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam bentrok ini.
AS dan Iran sedang dalam periode gencatan senjata dan berupaya melanjutkan negosiasi.
Iran sudah mengirim proposal baru ke AS berisi penyelesaian Selat Hormuz dan upaya mengakhiri perang tanpa membahas kesepakatan nuklir.
Namun, Trump menolak usulan itu dan sempat mengatakan bakal memblokade pelabuhan Iran untuk menekan Teheran.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·