RESENSI BUKU
CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 19:15 WIB
Keresahan situasi saat ini dan memori '98 coba dituang Andre Syahreza dalam novel fiksi berjudul Semesta Nekra. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keresahan penulis Andre Syahreza akan situasi sosial-politik nan terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, ditambah pengalamannya menjadi mahasiswa era '98, coba dia tuang dalam prosa imajinatif berjulukan Semesta Nekra.
Buku ke-tujuh nan ditulis oleh mantan wartawan pada 2025 ini resmi dirilis pada Mei 2026, 28 tahun sejak dirinya ikut menjadi saksi hidup momen berakhirnya kekuasaan Orde Baru kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semesta Nekra merupakan kitab fiksi nan terdiri 30 cerpen nan terbagi menjadi tiga babak. 30 cerita pendek tersebut dinarasikan dari perspektif pandang karakter nan berbeda-beda, tapi mempunyai benang merah nan sama: bersenggolan dengan sosok berjulukan Nekra Selabar.
Dari beragam perspektif pandang tersebut --mulai dari pedagang asongan, prajurit tentara, tukang gali kubur, hingga teknisi mikrofon-- semua tokoh menceritakan petikan pengalaman mereka nan menjadi bagian dari perjalanan hidup dan politik seorang Nekra Selabar.
Nekra dikisahkan sebagai mahasiswa dan aktivis penentang Orde Baru, hingga kemudian mengalami penculikan, berkembang menjadi politisi dan masuk pemerintahan, hingga menjadi pion perubahan politik Indonesia di masa depan.
Andre seolah menempatkan pembaca seperti menyaksikan potongan-potongan wawancara kesaksian penduduk dari 1994 hingga 2033 mengenai pengalaman hidup mereka nan bersenggolan dengan Nekra, nan dibungkus dengan style bercerita unik cerpen.
"Kalau kitab ini dideskripsikan '98 sebagai 'keyword' sebenarnya itu agak misleading, karena novel ini enggak spesifik tentang '98 alias kejadian pada '98 kayak Laut Bercerita, tapi memang dimulai suasananya dari sana, 1994 hingga berhujung di 2033," kata Andre saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pada Minggu (25/5).
"Semangat reformasi lebih pas dibanding '98. Semangat reformasi lantaran jadi aktual lagi sekarang, menemukan momentum lagi mengenai situasi sekarang."
"Saya lihat lantaran pengalaman pada '98 saat saya tetap jadi mahasiswa, terus sekarang sepertinya gestur-gestur [situasi] '98 datang hadir lagi, saya tergerak untuk menyampaikan 'jangan-jangan reformasi bakal terulang lagi'," kata Andre.
"Artinya perihal nan dulu seperti oligarki, harga-harga mulai tinggi, itu terulang lagi. Jadi saya mau pembacanya bisa memandang gimana sebenarnya 'kok reformasi itu tidak berhasil?' gimana agar kita terlibat dalam wacana tersebut."
Tak semua tahun ditulis Andre dalam rentang waktu cerita novel ini nan menyentuh nyaris empat dekade. Ia memilih sejumlah tahun spesifik nan mengikuti peristiwa-peristiwa sosial-politik di Indonesia, alias pun arena nan disebut sebagai pesta demokrasi.
Namun Andre Syahreza menolak jika novel ini bertema utama politik, apalagi sejarah. Bagi lulusan Fakultas Sastra Universitas Udayana ini, Semesta Nekra adalah wadah baginya dalam meracik karya sastra dan jurnalistik, dua bumi nan menjadi bagian hidupnya sedari dulu.
"Saya hanya berangkat dari penelitian penulisan," kata Andre. "Sebenarnya ini sangat mencerminkan perjalanan pekerjaan saya sih, antara kewartawanan dan sastra, itu tetap menyatu."
"Saya enggak terlalu punya agenda politik untuk menulis ini, malah sebenarnya tema itu buat saya jadi nomor dua, nomor satunya penelitian format penulisan," paparnya. "Jadi saya lebih ke gimana menuliskan cerita nan enggak pada umumnya, langkah berceritanya. Jadi bukan hanya ceritanya nan penting, tapi langkah berceritanya."
Sebelum jadi penulis buku, Andre Syahreza pernah bekerja sebagai wartawan di Bali Post dan TEMPO. Ia juga pernah menjadi penyunting majalah djakarta! dan tulisannya di majalah itu dikumpulkan dalam sejumlah buku.
Andre Syahreza juga pernah diundang ke Belanda untuk meneliti sejumlah karya sastra Indonesia bertemakan Politik Warisan oleh The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies.
(end)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·