CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 05:00 WIB
Ilustrasi. Donor organ bisa dilakukan mereka nan tetap hidup. Selain satu ginjal, ada beberapa organ nan bisa didonorkan demi memperpajang hidup seseorang. (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama ini banyak orang mengira donor organ hanya bisa dilakukan setelah seseorang meninggal dunia. Padahal, beberapa organ alias bagian organ juga dapat didonorkan saat seseorang tetap hidup. Selain ginjal, berikut beberapa organ nan bisa didonorkan oleh pendonor nan tetap hidup.
Donor organ menjadi salah satu langkah krusial untuk membantu menyelamatkan nyawa orang nan mengalami kerusakan organ serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui prosedur transplantasi, pasien nan sebelumnya mengalami penyakit berat pada organ tertentu bisa mendapatkan kesempatan hidup nan lebih baik.
Sementara itu, rupanya donor organ bisa dilakukan mereka nan tetap hidup selama kondisi kesehatan pendonor dinilai cukup baik oleh tenaga medis. Lantas, organ apa saja nan bisa didonorkan?
Mengutip dari laman Organ Donor, hanya beberapa organ nan bisa didonorkan sebab tubuh manusia tetap memerlukan organ vital untuk memperkuat hidup.
Berikut beberapa organ alias bagian organ tertentu tetap bisa didonasikan.
- Satu ginjal
- Sebagian hati
- Sebagian paru-paru
- Sebagian pankreas
- Sebagian usus
Ginjal menjadi organ nan paling sering didonasikan oleh pendonor hidup. Hal ini lantaran manusia dapat hidup sehat hanya dengan satu ginjal nan berfaedah dengan baik.
Selain itu, hati juga termasuk organ nan cukup sering didonasikan sebagian. Organ ini mempunyai keahlian regenerasi, sehingga bagian hati nan tersisa pada pendonor dapat tumbuh kembali.
Dalam beberapa kasus nan lebih jarang, seseorang juga dapat mendonorkan sebagian paru-paru alias pankreas.
Donor organ setelah meninggal dunia
Selain donor hidup, transplantasi organ juga dapat berasal dari pendonor nan telah meninggal dunia. Menurut Cleveland Clinic, organ nan dapat didonorkan setelah kematian antara lain:
- Jantung
- Dua paru-paru
- Dua ginjal
- Hati
- Pankreas
- Usus
Selain organ, beberapa jaringan tubuh juga dapat didonorkan seperti,
- kornea mata,
- katup jantung,
- tulang,
- kulit,
- pembuluh darah,
- tendon, dan ligamen.
Beberapa transplantasi apalagi dapat melibatkan bagian tubuh lain seperti tangan alias wajah dalam kondisi tertentu.
Siapa nan bisa menjadi donor organ?
Hampir setiap orang sebenarnya berpotensi menjadi pendonor organ. Tidak ada batas usia nan betul-betul absolut untuk donor organ setelah meninggal dunia.
Hal nan paling krusial adalah kondisi kesehatan organ nan bakal didonorkan. Tenaga medis bakal melakukan beragam pemeriksaan untuk memastikan organ tersebut tetap sehat dan kondusif untuk ditransplantasikan.
Ilustrasi. Donor organ tidak bisa sembarangan dilakukan. Pendonor kudu mempunyai kecocokan medis dengan penerima organ. (Shutterstock)
Sementara itu, untuk menjadi pendonor hidup, seseorang umumnya kudu memenuhi persyaratan sebagai berikut.
- Berusia minimal 18 tahun
- Memiliki kondisi bentuk dan mental nan sehat
- Memahami akibat serta proses donor organ
- Tidak berada di bawah tekanan pihak lain
- Memiliki kecocokan medis dengan penerima organ
Proses transplantasi organ sendiri melibatkan serangkaian tahapan medis nan cukup kompleks, mulai dari pemeriksaan kesehatan pendonor, pencocokan dengan penerima organ, hingga prosedur operasi transplantasi.
Kebutuhan transplantasi organ di beragam negara tetap jauh lebih besar dibandingkan jumlah donor nan tersedia. Hal ini membikin donor organ menjadi salah satu corak support kemanusiaan nan sangat krusial bagi pasien dengan penyakit organ stadium akhir.
(anm/els)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·