Sekertariat Satgas Mbg M. Rubiansyah: Anggota Dprd Kobar Mengelola Dapur Mbg Syah-syah Saja Asal Memenuhi Syarat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PANGKALAN BUN – Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Makan  Bergiji Gratis ( MBG) Kabupaten Barat (Kobar), Muhammad Rubiansyah mengatakan ada 2 Anggota DPRD Kobar mengelola Dapur MBG. Menurutnya perihal itu syah-syah saja asal memenuhi persyaratan, antara lain mengusulkan nama Yayasan nan telah teruji alias terverivikasi oleh Badan Giji (BGN).

“Siapapun boleh, asal memenuhi syarat,” ucapnya saat dikonfirmasi Berita Sampit, Senin, 15 Juni 2026.

 Menurut M. Rubiansyah, program MBG merupakan program/kegiatan yg dijalankan langsung Pemerintah Pusat melalui BGN, sehingga mengenai anggaran kewenangan Pusat.

“Jumlah siswa penerima faedah program MBG sampai akhir tahun 2025 sebanyak 4.761 orang dari 3 SPPG nan operasional. Sampai akhir Mei 2026 jumlah penerima faedah sebanyak 30.468 nan terdiri dari 25.774 peserta didik dan 4.694 peserta non didik, dari 13 SPPG nan operasional,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa jumlah dapur MBG/SPPG nan operasional di Kobar pada tahap awal (sampai akhir tahun 2025) sebanyak 3 SPPG.

“Adapun anggaran bakal berbeda untuk setiap SPPG, didesuaikan dengan dengan jumlah penerima faedah nan dilayani dengan besaran Rp15.000 per porsi besar per hari, dan Rp. 13.000 per porsi mini per hari,” katanya.

Dikatakan, bahwa Program MBG dijalankan oleh Mitra alias Yayasan nan ditetapkan langsung oleh BGN. Mitra alias Yayasan nan mengusulkan usulan menjadi Mitra pelaksana program MBG melalui portal alias aplikasi nan dikelola langsung oleh BGN.

Saat ditanya Beritasampit.com, berapa Anggaran Pagu nan diusulkan BGN Korwil Kobar  ke BGN Pusat ?

Terkait anggaran pagu Satgas MBG Kabupaten Kobar, M.Rubiansyah mengatakan sampai sekarang belum mengetahuinya, lantaran Pemkab Kobar tidak ada anggaran.

“Sekretariat Satgas telah mengusulkan pagu anggaran Rp250 juta ke BGN Korwil Kobar untuk semua biaya, termasuk monitoring ke 6 kecamtan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujar M. Rubiansyah, nan juga Kabag Kesra Pemkab Kobar.

Terpisah, salah seorang Anggota DPRD Kobar, Rudy Imam Gunawan. saat dikonfirmasi Berita Sampit, Senin 15 Juni 2026, membeberkan asal-usul awal dirinya ikut mengelola Dapur MBG di Kobar.

“Awalnya pada bulan Juni 2025  sifatnya saya hanya membantu, kepada tim BGN nan waktu itu agak susah mencari mitra untuk membuka letak alias tempat Dapur MBG di Kobar,” jawab Rudy.

Seraya menjelaskan, dari awal dirinya tidak ada niat mau upaya melalui Dapur MBG. Dengan nama Yayasan “Cahaya Mentaya Pratama”, hanya  berkarakter membantu. Sekarang, dari awal Januari 2026 bermunculan nama-nama yayasan nan mengusulkan sebagai mitra BGN, untuk menjadi pengelola Dapur MBG. (man)

Sumber info-lokal