KUALA LUMPUR— Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja strategis ke Malaysia pada hari ini, Rabu 20 Mei 2026.
Kunjungan ini diawali dengan pertemuan bilateral berbareng Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa seluruh agenda kerja nan dilaksanakan di Malaysia merupakan corak penerapan langsung dari pengarahan dan perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kunjungan ini berfokus pada dua penguatan utama, ialah peningkatan sistem pelindungan dan ekspansi penempatan pekerja migran pada sektor umum berkeahlian.
Pertemuan strategis ini menggarisbawahi tiga agenda besar nan menjadi konsentrasi utama KemenP2MI di Malaysia.
Pertama, Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa penguatan sistem pelindungan difokuskan pada peningkatan komitmen berbareng untuk memberikan perlindungan nan lebih masif, responsif, dan menyeluruh bagi seluruh Pekerja Migran Indonesia di Malaysia.
Kedua, kata Menteri, krusial juga dilakukan, ekspansi sektor kerja medium dan high skill guna membuka sekaligus memperlebar akses bagi tenaga kerja Indonesia dalam mengisi posisi umum nan memerlukan skill menengah hingga tinggi.
Selain itu, kunjungan Menteri Mukhtarudin ini bermaksud membangun kemitraan strategis dengan mempererat kerja sama berbareng beragam mitra lokal di Malaysia demi mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan nan aman, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Apresiasi untuk Peran Aktif KBRI Kuala Lumpur
Menteri secara unik menyampaikan apresiasi nan tinggi kepada Duta Besar RI untuk Malaysia beserta seluruh jejeran KBRI Kuala Lumpur atas kontribusi dan kerjasama erat nan telah terjalin dengan KemenP2MI selama ini.
“KBRI telah memberikan kontribusi kerja sama nan luar biasa kepada KemenP2MI, baik dalam konteks pelindungan, pelayanan, maupun dalam membuka akses-akses baru terhadap sektor umum nan dapat diisi oleh pekerja migran kita di Malaysia,” ujar Menteri.
Momentum Peningkatan Daya Tawar Pekerja Migran Indonesia
Kunjungan kerja ini dinilai sebagai momentum krusial dalam mengubah lanskap penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Pemerintah berkomitmen penuh untuk meningkatkan daya tawar (bargaining position) pekerja domestik di ranah internasional.
“Ini merupakan momentum dan kesempatan kita untuk mengimplementasikan arah serta petunjuk Bapak Presiden: memperkuat posisi pelindungan, dan memperkuat daya tawar agar migran kita semakin naik kelas ke tingkat medium dan high skill,” tegas Menteri Mukhtarudin.
KBRI Kuala Lumpur Siap Kawal Program Pelindungan
Menanggapi penyataan Menteri, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mengawal penerapan kebijakan pusat di lapangan.
Dubes menegaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur berkomitmen penuh untuk memandang kondisi riil di lapangan, guna memetakan potensi kesempatan sekaligus memitigasi halangan nan dihadapi oleh para pekerja migran.
“Dengan mengunjungi dan memandang langsung keadaan riil nan ada di Malaysia, beserta seluruh kesempatan dan tantangan nan ada, kami dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia siap untuk mendukung semua program pelindungan pekerja migran Indonesia,” ujar Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo.
Sinergi Global untuk Keselamatan Pekerja Migran
Lebih lanjut, Dubes juga menekankan bahwa semangat pelindungan ini tidak hanya terbatas untuk wilayah yurisdiksi Malaysia, melainkan sebuah komitmen makro nan kudu digaungkan secara dunia demi keselamatan seluruh penduduk negara nan mengais rezeki di luar negeri.
Langkah taktis ini diawali dengan pemetaan komprehensif untuk mengidentifikasi beragam kesempatan di sektor umum (medium & high skill), sekaligus mengurai tantangan izin lokal nan bertindak di Malaysia.
Untuk mewujudkannya, KBRI Kuala Lumpur menyatakan support penuh terhadap program KemenP2MI guna memastikan seluruh kebijakan taktis dari Jakarta dapat diimplementasikan dengan baik oleh kegunaan teknis di lapangan.
“KBRI nan siap menjadi bagian dari sinergi lebih luas demi memastikan pelindungan Pekerja Migran Indonesia melangkah tangguh, baik di Malaysia maupun di beragam negara lainnya di dunia,” beber Raden Dato.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan bilateral ini resmi ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk segera menurunkan tim teknis guna merumuskan langkah nyata, terutama dalam mempercepat transisi penempatan pekerja dari sektor informal ke sektor umum nan lebih terlindungi dan bermartabat.
(adista)
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·