Saham Teknologi Rontok, Bursa Asia Pasifik Kompak Merah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Bursa saham di area Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2026). Tekanan terjadi imbas tindakan jual besar-besaran pada sejumlah saham teknologi.

Dikutip dari CNBC, indeks saham Korea Selatan hari ini ditutup ambruk signifikan imbas tindakan jual di sektor teknologi. Sejumlah papan perdagangan utama bursa tersebut juga melemah, seperti Kospi melemah 5,81% ke level 8.411,21, kemudian Kosdaq turun 4,10% ke posisi 851,37.

Kemudian Indeks Nikkei 225 (N225) Jepang juga tercatat melemah. Sementara Indeks S&P/ASX 200 milik Australia turun 4,15% ke level 69.360,88, sedangkan indeks Topix turun 1,32% menjadi 3.963,36.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong juga ditutup melemah 1,76%. Sementara indeks CSI 300 daratan Tiongkok melemah hingga 3% dan ditutup pada 4.869,64. Selain bursa saham Asia-Pasifik, tekanan pada sektor teknologi juga terjadi pada pasar saham Eropa.

Kontrak berjangka S&P 500 tercatat melemah 0,16%, sementara futures Nasdaq 10) melemah 0,66%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average menguat terbata sebesar 92 poin, alias menguat sekitar 0,18%.

Koreksi ini terjadi imbas tindakan jual penanammodal pada saham-saham teknologi pada hari Kamis (25/6). Hal ini juga berakibat pada koreksi indeks Nasdaq Composite sebesar 0,46%.

Sementara indeks S&P 500 turun tipis sebesar 0,01%. Investor disebut melakukan rotasi ke sektor kesehatan, keuangan, dan industri nan tercermin dari penguatan indeks Dow Jones nan berisi saham-saham unggulan, dengan kenaikan sebesar 71,72 poin, alias 0,14%.

Aksi jual besar-besaran terjadi di Asia, khususnya pada saham SoftBank Group nan melemah signifikan sebesar 12%. Hal ini sejalan dengan pergerakan indeks Nasdaq Composite nan turun beruntun pada empat sesi perdagangan terakhir. Indeks nan didominasi saham teknologi ini turun 0,46% lantaran penurunan tajam saham Apple sebesar 6%.

SoftBank Group disebut bakal mengalami tekanan lanjutan setelah saham mitra kerjanya, Arm Holdings, ikut melemah hingga 3,2%. Antusiasme penanammodal terhadap SoftBank juga disebut terjadi menyusul berita ditundanya penawaran umum perdana saham OpenAI hingga tahun depan lantaran susah mendapat permintaan pada valuasi US$ 1 triliun.

Kemudian tindakan jual di sektor teknologi ini juga terjadi pada bursa Stoxx 600 pan-Eropa nan melemah 0,4%. Kemudian FTSE 100 London juga melemah 0,3%, sedangkan indeks DAX Jerman terkoreksi 0,6%. Indeks CAC 40 Prancis juga dibuka melemah 0,16%.

Pergerakan sejumlah saham tersebut terjadi menyusul koreksi pada saham Apple sebesar 6% pada perdagangan Kamis kemarin. Keduanya melemah setelah mengumumkan kenaikan nilai iPad dan MacBook.

Sementara saham Microsoft, tercatat turun lebih dari 3% setelah mengumumkan kenaikan nilai konsol game Xbox imbas melonjaknya biaya komponen. Raksasa teknologi lain seperti Alphabet dan Meta Platform juga mengalami penurunan.

"Ini adalah pasar nan menurut kami cukup siap untuk menguji keyakinan. Kami mempunyai karakter unik kepemimpinan pasar khususnya di sektor semikonduktor dan pemimpin chip memori," kata analis pasar dunia New York Life Investment Management, Julia Hermann, dikutip dari CNBC, Jumat (26/6/2026).

Selain lantaran perubahan pada sektor teknologi, Hermann menilai pelemahan pada sejumlah saham dunia ini terjadi lantaran penanammodal tetap menanti keputusan suku kembang The Fed.

(acd/acd)

Sumber finance