CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 13:45 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah lagi-lagi berbeda soal masalah kekayaan serta kewenangan berbagi pengasuhan anak. (Noel/detikHOT)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ruben Onsu dan Sarwendah lagi-lagi berbeda soal masalah harta, ialah berkenaan dengan biaya sekolah anak-anak mereka dan tanggungjawab nafkah, serta kewenangan berbagi pengasuhan anak.
Semua bermulai pada Minggu (31/5), kuasa norma Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan bahwa kliennya kembali ditagih oleh debt collector mengenai mobil nan disebut aset milik Ruben.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarwendah didatangi debt collector tersebut adalah untuk kedua kalinya sejak terakhir kali pada November 2025. Abraham menegaskan bahwa kliennya sudah tidak ada lagi kaitan dengan mobil tersebut.
Namun setelah itu, Abraham menyatakan bahwa Ruben Onsu sudah tidak lagi membiayai biaya pendidikan anaknya berbareng Sarwendah sejak akhir 2025. Padahal dalam akta, Ruben sepakat untuk membiayai hingga lulus kuliah.
"Fakta nan terjadi walaupun sudah disepakati mengenai dengan anak ini, pada faktanya pengguna kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini, justru pengguna kami nan membiayai biaya pemeliharaan anak-anak," kata Simon seperti diberitakan detikHot.
"Biaya sekolah, les-les alias pengarahan belajar, dan jika ada anak-anak nan sakit ke dokter, itu apalagi pengguna kami menanggung. Sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini," kata Simon.
Ruben Onsu kemudian buka bunyi menanggapi tudingan tersebut. Dalam sambungan telepon video secara terpisah, dia mempertanyakan kenapa beban nafkah nan diberikan kepadanya hanya dinilai berasas ketiadaan selama enam bulan terakhir.
Apalagi selama beberapa bulan terakhir pula, Ruben kerap menyinggung bahwa dirinya kesulitan untuk berjumpa anak-anaknya meski mengaku rutin memenuhi tanggungjawab mengirimkan nafkah materi.
"Jadi jika dibahas tentang nafkah ini, jika baru cari nafkah 6 bulan.... Kemarin-kemarin ketika jadi keringat, jerih payah, keringat saya, capek pun ke mana? Hanya dinilai dari 6 bulan terakhir gitu? Lari ke mana semuanya selama ini?" kata Ruben.
"Ya sudah, jika tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya nan membesarkan!" tegasnya seperti diberitakan detikHot.
"Dua tahun terakhir memang saya lebih banyak diam. Saya pikir ini bakal usai, tapi rupanya kayaknya menjadi bola liar terus untuk beragam pihak. Makanya saya minta pengacara saya bicara sesuai info biar jelas," tegas Ruben.
Pengacara Ruben, Minola Sebayang menegaskan kliennya selama ini tetap menjalankan kewajibannya. Namun Ruben Onsu merasa tidak mendapatkan haknya sebagai seorang ayah, ialah adalah waktu berbareng anak-anaknya.
"Ruben berpikir, 'Kewajibanku kubayar terus apalagi melampaui apa nan seharusnya, hakku saya enggak dapat'. Oh dia juga mau menunjukkan tindakan protesnya, 'Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku'," kata Minola.
Namun Minola memang mengakui bahwa ada penghentian pemberian nafkah sejak Desember 2025. Minola merasa publik melupakan kebenaran Ruben sudah lama menjadi tulang punggung kebutuhan anak-anaknya.
"Dan itu baru dilaksanakan, dimulai dari Desember. Ya, sampai hari ini baru 6 bulan sudah teriak," lanjut Minola.
"Sekarang saya tanya nan tetap menikah saja, ada enggak suami kalian memberikan nafkah Rp225 juta per bulan? Ayo nih nan sudah nikah. Ini mantan loh. Masih diribetin juga (untuk bertemu anak)," kata Minola.
(end)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·