SAMPIT – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit kerap menjadi sorotan masyarakat, terutama ketika pasien kudu menunggu cukup lama sebelum mendapatkan penanganan medis. Namun kondisi tersebut bukan berfaedah pasien diabaikan, melainkan lantaran tenaga kesehatan kudu memprioritaskan pasien dengan kondisi paling kritis melalui sistem triase.
Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan menjelaskan, pelayanan di IGD tidak berasas siapa nan datang lebih dulu, melainkan siapa nan memerlukan pertolongan paling sigap lantaran kondisi nan menakut-nakuti nyawa.
“Banyak masyarakat nan mengira pelayanan di IGD berasas antrean kedatangan. Padahal, di IGD bertindak sistem triase, ialah pemilahan pasien berasas tingkat kegawatannya,” ujar dr Iman, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengatakan sistem tersebut diterapkan agar pasien dengan kondisi kritis dapat segera memperoleh tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, pasien dengan kondisi lebih stabil kemungkinan kudu menunggu lebih lama dibanding pasien nan berada dalam kondisi darurat.
Menurutnya, sistem triase menjadi standar pelayanan di IGD untuk memastikan penanganan medis melangkah sesuai tingkat kebutuhan pasien.
“Ketika ada pasien nan kudu menunggu lebih lama, bukan berfaedah kami mengabaikan. Tenaga medis bakal terlebih dulu menangani pasien dengan kondisi paling darurat demi menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Ia berambisi masyarakat dapat memahami sistem pelayanan di IGD sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terhadap tenaga kesehatan nan bertugas. (Nardi)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·