Roket Space Launch System (SLS) milikNASA beserta wahana antariksa Orion sukses meluncur membawa misi Artemis II pada pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu setempat alias Kamis (2/4/2026) pukul 05.35 WIB. Ini menjadi penerbangan berawak pertama NASA menuju Bulan sejak program Apollo berhujung lebih dari 50 tahun lalu.
Roket raksasa setinggi 98 meter nan dijuluki "Moon Rocket" itu lepas landas dari Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Florida, tepat pada jendela peluncuran dua jam nan dibuka pukul 18:24 waktu setempat. Setelah sempat ada penundaan mini lantaran rumor teknis minor nan sigap teratasi, tim peluncuran akhirnya memberikan "go for launch" secara bulat.
Ribuan orang menyaksikan langsung dari sekitar pantai Florida, sementara jutaan lainnya mengikuti siaran langsung NASAdi YouTube dan media sosialnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat lepas landas, kedua solid rocket booster menyala lebih dulu dan menghasilkan lebih dari 75% daya sorong nan dibutuhkan untuk mengangkat roket seberat 5.000 ton itu dari landasan. Gabungan daya sorong keduanya berbareng empat mesin RS-25 menghasilkan total 8,8 juta pon style saat liftoff.
Setelah lepas dari gravitasi Bumi, Orion bakal terpisah dari roket SLS dan melanjutkan perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Astronot bakal terbang lebih jauh dari Bumi dibandingkan misi Apollo mana pun, berpotensi memecahkan rekor jarak Apollo 13 (sekitar 400.000 km).
Selama perjalanan, kru bakal menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi di lingkungan luar angkasa dalam (deep space). Orion bakal melakukan "U-turn" di belakang Bulan menggunakan gravitasi bulan (lunar flyby) sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
Misi Artemis 2 Foto: (NASA/Joel Kowsky)/NASA/Joel Kowsky
Awak Misi Artemis II
Empat astronot nan berada di dalam kapsul Orion berjulukan Integrity adalah:
- Reid Wiseman (Komandan, NASA)
- Victor Glover (Pilot, NASA) - orang kulit hitam pertama nan terbang ke Bulan
- Christina Koch (Mission Specialist, NASA) - wanita pertama nan terbang ke Bulan
- Jeremy Hansen (Mission Specialist, Canadian Space Agency) - astronot Kanada pertama nan ikut misi lunar.
Peluncuran Artemis II menandai kembalinya manusia ke jalur menuju Bulan setelah lebih dari separuh abad. Program Artemis bermaksud tidak hanya mendaratkan astronot di Bulan, tetapi juga membangun kehadiran berkepanjangan di sana sebagai batu loncatan menuju Mars di masa depan.
"Godspeed, Artemis II!" demikian ucapan NASA menyambut peluncuran berhistoris ini.
Cetak Sejarah Baru
Artemis II merupakan penerbangan kedua SLS, misi berawak pertama wahana Orion, sekaligus misi berawak pertama nan melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 pada 1972.
Berbeda dengan misi pendaratan, misi ini dirancang sebagai uji pengesahan sistem. NASA bakal menguji sistem pendukung kehidupan Orion, navigasi, tautan komunikasi, serta keahlian keseluruhan di luar angkasa dalam kondisi nyata berbareng kru - sesuatu nan tidak bisa sepenuhnya disimulasikan di Bumi.
People set cameras to photograph NASA's Artemis II lunar flyby mission, with the next-generation moon rocket, the Space Launch System (SLS) rocket and the Orion crew capsule, on Pad 39B ahead of the launch of the Artemis II mission at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida, U.S., March 31, 2026. REUTERS/Brendan McDermid TPX IMAGES OF THE DAY REFILE - CORRECTING INFORMATION FROM "MISSION TO ORBIT THE MOON" TO "LUNAR FLYBY MISSION". Foto: REUTERS/Brendan McDermid
Misi ini diperkirakan bakal mencetak beberapa rekor penerbangan luar angkasa manusia. Victor Glover bakal menjadi orang berkulit berwarna pertama nan meninggalkan orbit rendah Bumi, Christina Koch menjadi wanita pertama, dan Reid Wiseman menjadi orang tertua nan melakukan perihal nan sama. Sementara Jeremy Hansen bakal menjadi penduduk negara non-AS pertama nan berjalan melampaui orbit rendah Bumi menuju area Bulan.
Selain itu, lantaran suskses diluncurkan pada 1 April, kru bakal melampaui rekor jarak terjauh manusia dari Bumi nan sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13, ialah 248.655 mil dari Bumi.
Jika Artemis II sukses, misi ini bakal membuka jalan bagi Artemis III - misi orbit Bumi rendah berawak - lampau Artemis IV nan bermaksud mendaratkan astronot di Bulan, hingga misi-misi berikutnya nan berpotensi membangun kehadiran manusia secara permanen di luar Bumi.
NASA menyebut misi Artemis II bakal meletakkan fondasi bagi eksplorasi manusia nan kondusif dan efisien di Bulan dan Mars.
(afr/afr)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·