Jakarta -
Roblox akhirnya bakal menonaktifkan chat untuk pengguna anak. Hal itu untuk menyesuaikan dengan patokan PP Tunas.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan Roblox menjadi platform digital berisiko tinggi nan terakhir mematuhi patokan pembatasan pengguna usia di bawah 16 tahun.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan sejumlah platform digital berisiko tinggi nan rentan terhadap konten pornografi, kekerasan, hingga perundungan, antara lain YouTube, X, Bigo Live, Roblox, Instagram, Facebook, Threads, dan TikTok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan antara Menkomdigi dan Nicky Jackson Colaco selaku VP Global Public Policy Roblox, ditegaskan komitmen kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
"Kami apresiasi Roblox nan sudah menyampaikan komitmen kepatuhan, di mana Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification alias verifikasi usia terhadap seluruh penggunanya. Dan, pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia nan disampaikan oleh mereka, estimasinya ada 23 juta anak dengan kurang lebih total 45 juta di Indonesia," ujar Meutya dalam konvensi pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Melalui teknologi verifikasi usia ini, pengguna diminta melakukan pengenalan wajah (face recognition). Jika tidak, maka sejumlah fitur, termasuk chat, bakal dinonaktifkan.
Fitur chat Roblox sendiri menjadi sorotan utama pemerintah sebagai bagian dari upaya perlindungan anak. Pengguna di bawah usia 16 tahun ke depan tidak lagi dapat menggunakan fitur komunikasi tersebut, khususnya dengan orang nan tidak dikenal.
"Salah satu fitur nan kita mintakan ke Roblox adalah fitur komunikasi alias fitur chat, terutama untuk orang tidak dikenal," jelas Meutya.
Ia menambahkan, keputusan menonaktifkan fitur chat tidak lepas dari temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Lembaga tersebut mengungkap adanya potensi penyalahgunaan fitur komunikasi dalam platform digital terhadap anak-anak.
"Ada banyak sekali orang tua, lembaga-lembaga lain, tapi di antaranya BNPT nan mengatakan bahwa memang nan membahayakan bagi anak-anak, salah satunya fitur komunikasi dengan orang tidak kenal sehingga terjadi, misalnya rekrutmen dari radikalisasi anak," ungkapnya.
Selain itu, Roblox juga mulai menerapkan fitur screen time untuk pengguna anak. Melalui fitur ini, orang tua dapat mengatur lama bermain anak setiap harinya.
"Per hari ini juga sudah ada screen time nan bisa diatur oleh orang tua, sehingga orang tua nan mengatur waktu alias jam bagi anak-anak saat memainkan game, termasuk Roblox," pungkas Meutya.
(agt/fay)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·