Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia menyambut baik tercapainya kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran, demi penyelesaian bentrok secara damai.
Dalam pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesepakatan tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian bentrok secara tenteram serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengapresiasi upaya seluruh pihak dan para mediator nan telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi perbincangan dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai," demikian pernyataan Kemlu RI, Senin (15/6).
Kemlu RI melanjutkan bahwa Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk terus menahan diri, mematuhi komitmen nan telah disepakati, serta terlibat secara konstruktif melalui perbincangan guna menjaga momentum menuju de-eskalasi.
"Indonesia mendorong penerapan kesepakatan dan menegaskan kembali kesiapan untuk mendukung beragam upaya nan bermaksud memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, sesuai dengan norma internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian pernyataan Kemlu RI.
Perundingan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya telah selesai. Kedua negara bakal segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan dijadwalkan pada Jumat (19/6) di Swiss.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan ini bakal mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Kesepakatan juga disebut meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran serta penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon.
Menurut instansi buletin Iran Mehr, ada sedikitnya 14 poin dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran. Salah satunya mengenai perjanjian AS mencairkan biaya Iran nan selama ini dibekukan.
Meski begitu, belum ada rincian resmi mengenai isi kesepakatan AS-Iran nan bakal diteken pada Jumat.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·