Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat komitmen berbareng guna meningkatkan kerja sama ekonomi. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi, serta penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) Antar Pelaku Usaha.
Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia-Belarus ditandatangani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Penandatanganan ini menjadi penanda kesepahaman kedua negara untuk memperkuat penerapan kerja sama ekonomi nan telah dibahas dalam rangkaian SKB ke-8, sekaligus memastikan seluruh agenda kerja sama dapat ditindaklanjuti secara lebih sistematis, terarah dan berorientasi pada hasil nyata.
"Kesepahaman nan telah dicapai dalam SKB ini kudu dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret nan memberikan akibat langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan SKB ke-8 Indonesia-Belarus telah membahas beragam bagian kerja sama nan mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, pengetahuan pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata.
Pada kesempatan tersebut, Airlangga menekankan bahwa Agreed Minutes ini dapat menjadi instrumen krusial untuk mempercepat penyelenggaraan atas kesepahaman dan mewujudkan menjadi proyek kerja sama nan dapat diimplementasikan.
Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Belarus Karankevich menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian dan teknologi, serta membuka ruang kerjasama nan lebih luas bagi bumi upaya kedua negara.
Pada kesempatan nan sama, turut pula ditandatangani 5 MoU antar pelaku upaya dari Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp 7 triliun. MoU tersebut antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, MoU antara Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.
MoU Rp 7 T
PT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman upaya (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai Rp 7 triliun. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Belarus sekaligus membuka pasar nan lebih kompetitif bagi kedua negara.
CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan, pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan corak komitmen perusahaan dalam mendukung hubungan bilateral Indonesia-Belarus melalui langkah konkret di sektor perdagangan dan industri.
"PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan nan dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan concern kami adalah men-support dan melakukan action nyata untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus," ujar Tomy Suhartanto.
Menurut Tomy, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing.
"Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi nan ada di kedua negara. Indonesia mempunyai komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus nan dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk," katanya.
PT Indonesia Belarus Jaya menandatangani MoU dengan sejumlah perusahaan Belarus, ialah OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade. Tomy menegaskan, penandatanganan kerja sama upaya tersebut bukan hanya untuk kepentingan upaya semata, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional Indonesia.
"Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men-support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing nan kompetitif bagi market Indonesia," ujarnya.
Tomy optimistis hubungan ekonomi Indonesia-Belarus bakal terus bertumbuh ke depan. Menurutnya, fondasi hubungan kedua negara telah dibangun sejak era presiden Abdurrahman Wahid dan mempunyai kesempatan besar untuk berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
(aid/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·