Review Film: Project Hail Mary

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Endro Priherdityo | CNN Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 19:00 WIB

 Sulit untuk menampik Project Hail Mary adalah salah satu movie terbaik pada 2026. Review film: Sulit untuk menampik Project Hail Mary adalah salah satu movie terbaik pada 2026. (Amazon Content Services LLC./Jonathan Olley)

img-title Endro Priherdityo

Sulit untuk menampik Project Hail Mary adalah salah satu movie terbaik pada 2026.

Jakarta, CNN Indonesia --

Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi movie nan juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa untuk menyelamatkan umat manusia ini layak dapat perhatian nan sama.

Tidak banyak movie fiksi ilmiah nan bisa memberikan sajian nan komplet dari aspek alur cerita, narasi ilmiah, emosi, visual termasuk pengaruh nan terbungkus mantap dalam satu paket. Project Hail Mary menyanggupinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Naskah nan dibuat Drew Goddard kedua kalinya dari novel Andy Weir ini jauh lebih baik dibanding upaya pertamanya dalam The Martian (2015). Goddard jelas belajar banyak gimana membawa cerita Weir ke dalam corak naskah film.

Hanya 15 menit lebih panjang dibanding The Martian (2015), dengan sama-sama berkutat pada perjuangan seorang diri di tengah antah-berantah, Project Hail Mary jelas mempunyai lebih banyak kelebihan dibanding proyek sedekade lampau itu.

Kalau ditimbang dari berat keilmiahan kisah fiksi ilmiah antariksa, Project Hail Mary mungkin sebatas kitab pendukung materi perkuliahan. Namun biasanya justru kitab pendukung punya isi nan lebih bikin nyaman untuk dilahap dibanding kitab utama.

Mengingat sebagian narasi ilmiah nan ada dalam movie ini adalah fiksi, memang menjadi goncangan mini tersendiri dalam memahami Project Hail Mary dari perspektif pandang mereka nan berkawan dengan sains antariksa dan biologi.

Namun Andy Weir nan berlatar belakang fisikawan ini memang sudah menyusun logika ilmiah dan cerita fiksi nan kadung bagus dalam jenis novelnya, menantang otak untuk waspada agar tidak jatuh dalam khayalan menyesatkan.

Di sisi lain, Goddard secara perlahan tapi pasti membantu penonton untuk memahami situasi cerita Project Hail Mary secara utuh meski dengan menggunakan potongan-potongan cerita secara maju-mundur. Lengkap dengan pemahaman secara ilmiahnya.

Film Project Hail Mary (2026). (Amazon Content Services LLC./Jonathan Olley)Review Film Project Hail Mary (2026): Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi movie nan juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa untuk menyelamatkan umat manusia ini layak dapat perhatian nan sama. (Amazon Content Services LLC./Jonathan Olley)

Beruntungnya, Phil Lord dan Christopher Miller selaku sutradara bisa mengemudikan naskah tersebut dengan mulus tanpa kudu membikin penonton merasakan turbulensi alur cerita.

Memang ada beberapa segmen nan mengusik logika dalam movie ini dan lolos dari pengawasan Lord dan Miller. Namun mengingat gimana keduanya membungkus Project Hail Mary secara keseluruhan, rasanya itu bisa dimaafkan.

Duet Lord dan Miller tersebut ibaratkan pilot dan kopilot nan saling bahu membahu membawa penonton ke pemahaman mendalam dengan situasi kompleks nan dialami Ryan Gosling sebagai astronot dadakan.

Performa Gosling sebagai pembimbing SMP nan kemudian dipaksa jadi astronot terbilang apik. Ini jelas bukan tindakan pertamanya menjadi astronot, tapi peran sebagai mahir biologi molekuler nan tidak serius dalam movie ini bisa disejajarkan dengan akting ikonisnya sebagai musisi jazz di La La Land (2016) dan Ken dalam Barbie (2023).

Ditambah dengan musuh main nan konyolnya sepadan, Rocky, Project Hail Mary seperti laporan praktikum bagi Ryan Gosling nan dijalani dengan tekanan tapi tetap bisa sembari tertawa dan nyemil di sela penyusunan analisis.

Kemudian dengan kepemimpinan efektif dari duet Lord dan Miller, penonton bisa memproyeksikan pertemanan ganjil antara Ryland Grace nan dibawakan oleh Gosling dengan Rocky, ke hubungan seperti antar manusia nan melibatkan perasaan.

Lord dan Miller pun memainkan drama tersebut dengan baik, tentu bersenjatakan kepingan naskah Goddard mengenai masa lampau dan latar kehidupan Grace, nan membikin pagelaran Project Hail Mary bagai drama individual epik di tengah ruang sunyi luar angkasa.

Pujian juga patut diberikan kepada seluruh kru movie ini, salah satunya untuk sinematografer Greig Fraser nan jelas memberikan gambar nan begitu elok mengingat pengalamannya dalam saga Dune jenis Denis Villeneuve.

Selain itu, pujian untuk Daniel Pemberton nan menyusun scoring dengan begitu pas untuk tiap segmen Project Hail Mary. Pemberton mengerti betul kapan scoring nan menggugah dan bikin merinding bisa diberikan, hingga kapan sebaiknya tidak ada bunyi sama sekali.

Topi patut diangkat setinggi-tingginya untuk tim kreasi produksi, kostum, hingga pengaruh visual nan jelas bekerja dengan keras mewujudkan movie ini.

Yang jelas, susah untuk menampik Project Hail Mary adalah salah satu movie terbaik pada 2026, nan bisa menyenangkan penonton baik secara sinematik maupun emosi lewat perjalanan sunyi di ruang angkasa, meninggalkan bumi nan makin kaotis.

[Gambas:Youtube]

(end)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-hiburan