SAMPIT – Kegiatan reses perorangan Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, di Kecamatan Teluk Sampit berubah menjadi ruang curhat terbuka bagi masyarakat. Berbagai persoalan nan selama ini membelit penduduk akhirnya mencuat, mulai dari infrastruktur, keterbatasan perangkat pertanian, hingga polemik pengedaran pupuk subsidi, Kamis 9 April 2026.
Reses nan digelar di Desa Regei Lestari itu dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan PT Pupuk Indonesia serta Staf Ahli Komisi V DPR RI. Kehadiran mereka diharapkan bisa menjawab langsung beragam keluhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, penduduk tak menyia-nyiakan kesempatan. Irianto, salah satu warga, menyampaikan harapannya agar Abdul Hafid dapat menjadi jembatan solusi atas persoalan nan dihadapi golongan tani, khususnya mengenai krisis air akibat minimnya sarana pendukung pertanian.
“Harapannya bisa diusulkan perangkat pertanian, lantaran sebelumnya ladng kami kelebihan air tetapi setelah ditimbun malah jadi kesulitan air,” kata Irianto.
Keluhan serupa juga disampaikan Andy Nawai. Ia menyoroti belum meratanya support perangkat pertanian di wilayahnya, sehingga banyak golongan tani kesulitan mengelola lahan.
“Kami mau menggarap ladang kesusahan sedangkan kelompoknya banyak,” ujarnya.
Selain itu, prasarana jalan tani dan pengedaran pupuk nan dinilai tetap susah lantaran nan mempunyai gerai bukan penduduk nan mengerti dengan pertanian.
“Yang punya gerai tidak mengerti seluk beluk pertanian,” adunya kepada Hafid.
Menanggapi perihal tersebut Abdul Hafid mengatakan bahwa dirinya bakal mencoba berkordinasi dengan dinas mengenai agar perangkat pertanian untuk kesejahteraan petani dapat segera teratasi.
“Kita bakal usulkan dan berkordinasi dengan dinas mengenai masalah petani. Jangan sampai persoalan ini menghalang para petani kita,” pungkasnya.
(Utomo)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·