CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 23:30 WIB
Ilustrasi pesawat Cessna. (istockphoto/Tarcisio Schnaider)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah pesawat mini nan mengangkut belasan turis nyaris mengalami kecelakaan fatal setelah sebuah bola rugbi nan ditendang seorang remaja menghantam badan pesawat.
Insiden ini terjadi saat pesawat jenis Cessna Grand Caravan tengah bersiap mendarat di Queenstown, Selandia Baru.
Pesawat nan merupakan milik maskapai Air Milford tersebut sedang dalam fase pendaratan usai melakukan penerbangan wisata menuju Milford Sound.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola rugbi tersebut menghantam bagian penyangga sisi kanan pesawat saat melintas rendah di atas area lapangan olahraga Queenstown Events Centre.
Laporan otoritas menyebut bahwa bola tersebut nyaris mengenai baling-baling pesawat dengan selisih waktu hanya satu detik.
Saat kejadian, pesawat berada di ketinggian sekitar 150 kaki alias 45 meter di atas permukaan tanah, ketinggian nan sangat kritis lantaran pesawat berada dalam fase final approach.
Video nan beredar di media sosial menunjukkan bola tersebut diduga sengaja ditendang ke arah pesawat nan melintas rendah. Beruntung, pesawat sukses mendarat dengan kondusif tanpa ada kru maupun penumpang nan terluka.
Pihak maskapai baru menyadari kejadian tersebut pada malam hari setelah video kejadian viral di kalangan operator penerbangan.
Hasil pemeriksaan bentuk keesokan harinya menemukan jejak gesekan pada bagian penyangga nan terkena bola. Operasional pesawat pun sempat dihentikan sementara untuk inspeksi teknis mendalam.
Insiden ini telah dilaporkan ke Kepolisian Selandia Baru dan Civil Aviation Authority (CAA). Dalam laporannya, otoritas menyebut kejadian ini berpotensi sangat serius dan bisa berujung fatal bagi keselamatan penerbangan.
"Kami beruntung seluruh penumpang di dalam pesawat selamat," bunyi pernyataan dalam laporan tersebut, seperti dilansir Stuff.
Mengutip pedoman Federal Aviation Administration (FAA), barang asing alias foreign object debris (FOD) sekecil apa pun merupakan ancaman besar bagi pesawat, terutama pada bagian baling-baling, mesin, hingga kaca depan.
Risiko ini meningkat tajam saat pesawat berada dekat dengan permukaan tanah lantaran terbatasnya ruang manuver bagi pilot.
Air Milford telah melakukan investigasi internal dan menyatakan bahwa orang tua remaja nan terlibat telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
Meski norma di Selandia Baru menakut-nakuti pelaku sabotase penerbangan dengan balasan penjara hingga dua tahun alias denda NZ$10 ribu alias sekitar Rp103 juta, maskapai meminta polisi untuk tidak melanjutkan proses hukum.
Buntut dari kejadian ini, otoritas setempat melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap area lapangan olahraga nan berada tepat di bawah jalur lintasan aktif Bandara Queenstown.
Queenstown Lakes District Council sekarang bekerja sama dengan pihak airport untuk meminimalkan akibat serupa dengan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi seperti, pemasangan papan peringatan di area lapangan.
Queenstown Lakes District Council juga memberikan petunjuk kepada penyelenggara turnamen untuk tidak menendang bola terlalu tinggi. Selain itu ada kemungkinan penghentian pertandingan sementara saat pesawat melintas pada ketinggian rendah.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·