CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 22:10 WIB
Aktris Ratu Sofya bantah gugatan ibunya. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktris Ratu Sofya dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya telah melayangkan gugatan kepada ibu kandungnya, Intan. Ia juga memastikan tidak pernah melakukan tindakan norma serupa terhadap sang ayah.
Pernyataan ini merespons pengakuan Intan sebelumnya nan menyatakan telah disomasi oleh sang anak untuk mengembalikan seluruh honor dari produksi movie "Dosa" nan dijalani pada tahun 2024.
Ratu Sofya mengungkapkan bahwa prahara domestik nan tengah dihadapinya bukan perihal baru. Konflik family tersebut diakuinya telah melangkah selama nyaris dua tahun dan mulai memberikan akibat negatif terhadap produktivitas kerjanya di bumi hiburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski upaya penyelesaian secara kekeluargaan sudah pernah ditempuh, hingga sekarang belum ada titik jumpa nan dicapai oleh kedua belah pihak.
"Permasalahan family ini sudah berupaya saya selesaikan, tetapi memang belum bisa. Kalau ditanya capek, sudah pasti saya sangat capek," ujar Ratu Sofya di Jakarta, seperti dilansir Detik, Sabtu (23/5).
Di samping masalah internal keluarga, polemik ini kian meruncing setelah Ratu Sofya membeberkan kondisi di kembali layar movie Dosa.
Ia menyebut bahwa tidak ada intimacy coordinator (koordinator segmen intim) nan mendampingi tokoh selama proses produksi berlangsung.
Sebagai informasi, intimacy coordinator merupakan peran ahli dalam industri perfilman nan bekerja menjaga ruang kerja tetap aman, nyaman, dan legal bagi tokoh saat kudu melakoni segmen sensitif, vulgar, alias intim.
Ratu Sofya mengakui dirinya merasa tidak nyaman saat kudu melakukan segmen intim dalam movie tersebut. Ketidaknyamanan di letak syuting ini diperparah oleh tekanan emosional dari bentrok keluarga, nan pada akhirnya memengaruhi kondisi kesehatan mentalnya.
Lebih lanjut, Ratu Sofya mengekspresikan rasa kecewanya terhadap pernyataan pihak rumah produksi, HAS Pictures, dalam konvensi pers sebelumnya. Kekecewaan terhadap sikap manajemen itulah nan mendorong dirinya untuk akhirnya bersuara di hadapan media.
Kendati demikian, dia enggan membeberkan lebih rinci mengenai perkembangan komunikasi terbarunya dengan pihak keluarga. Ia menegaskan berkomitmen untuk menyelesaikan kemelut ini tanpa sorotan kamera.
"Saya berambisi bisa menyelesaikan masalah ini secara pribadi, bukan untuk konsumsi publik. Karena sejak awal, saya tidak pernah membuka persoalan ini ke publik," pungkasnya.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·