Rajin Minum Air Putih Bisa Turunkan Risiko Kecemasan?

Sedang Trending 21 jam yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 09 Jun 2026 08:15 WIB

Ilustrasi wanita minum air mineral Ilustrasi. Minum air putih bisa tekan akibat kecemasan. (iStock/Pongtep Chithan)

Jakarta, CNN Indonesia --

Minum air putih turunkan akibat kecemasan mungkin terdengar seperti nasihat sederhana nan sudah terlalu sering didengar. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya krusial untuk kesehatan fisik, tetapi juga dapat berakibat pada kondisi mental seseorang.

Bagi sebagian orang, minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari bukan perkara mudah. Kesibukan kerja, lupa membawa botol minum, alias sekadar tidak terbiasa minum air membikin kebutuhan cairan harian sering terabaikan.

Padahal, tubuh nan kekurangan cairan bisa memunculkan beragam keluhan nan mengganggu aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, faedah minum air lebih sering dikaitkan dengan kesehatan fisik. Dehidrasi berat diketahui dapat menyebabkan gangguan serius seperti kebingungan, delirium, hingga penurunan kegunaan ginjal dan sistem pencernaan. Kondisi ini apalagi bisa berujung pada kebutuhan perawatan medis darurat.

Namun, akibat dehidrasi ringan juga tidak bisa dianggap sepele. Kekurangan cairan dalam tingkat ringan dapat memicu sakit kepala, mudah marah, penurunan performa fisik, hingga berkurangnya keahlian konsentrasi dan kegunaan kognitif.

Hubungan dehidrasi dan kecemasan

Menariknya, sejumlah penelitian mulai menyoroti hubungan antara hidrasi dan kesehatan mental.

Melansir Psychology Today, sebuah penelitian di Spanyol nan melibatkan 65 mahasiswi menemukan adanya hubungan antara dehidrasi ringan dan tingkat kekhawatiran nan lebih tinggi. Dalam studi tersebut, lebih dari 90 persen peserta diketahui tidak mengonsumsi cukup air untuk menggantikan cairan nan lenyap sepanjang hari.

Peneliti menemukan bahwa peserta dengan keseimbangan cairan tubuh nan lebih rendah condong mempunyai tingkat kekhawatiran situasional (state anxiety) nan lebih tinggi. State anxiety merupakan kekhawatiran nan berkarakter sementara dan dipengaruhi kondisi nan sedang dialami seseorang.

Temuan serupa juga muncul dalam penelitian di Iran nan melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa. Studi tersebut menunjukkan bahwa perseorangan nan mengonsumsi air lebih sedikit condong mempunyai tingkat depresi dan kekhawatiran nan lebih tinggi dibanding mereka nan minum air dalam jumlah lebih banyak.

Para peserta dibagi ke dalam tiga golongan berasas konsumsi air harian, ialah kurang dari dua gelas per hari, dua hingga lima gelas per hari, dan lebih dari lima gelas per hari. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan terbalik antara konsumsi air dan akibat depresi.

Meski kaitan dengan kekhawatiran belum sepenuhnya konsisten, para peneliti tetap menemukan indikasi bahwa hidrasi nan baik berkedudukan dalam menjaga kesehatan mental.

Mengapa air putih bisa berpengaruh pada mental?

Otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, kegunaan otak dapat terganggu sehingga memengaruhi suasana hati, fokus, serta keahlian berpikir.

Dehidrasi juga dapat meningkatkan produksi hormon stres tertentu nan membikin seseorang lebih mudah merasa resah alias tidak nyaman. Itulah sebabnya, beberapa orang merasa lebih mudah lelah, susah berkonsentrasi, alias lebih sensitif saat kurang minum.

Meski minum air putih bukan pengobatan utama untuk gangguan kekhawatiran alias depresi, menjaga hidrasi nan cukup bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.

Terkait berapa banyak air nan perlu diminum, tentunya kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Namun secara umum, banyak mahir menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi sekitar delapan gelas air per hari alias menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle