Purbaya Ungkap Alasan Harga Bbm Tak Naik, Singgung Beban Rakyat

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan argumen pemerintah tidak langsung meningkatkan nilai bahan bakar minyak (BBM) meski ada tekanan dari luar. Ia menegaskan, kebijakan tersebut bisa berakibat langsung pada kenaikan beban hidup masyarakat, terutama golongan kecil.

Menurut Purbaya, rumor ini menjadi pedebatan panjang di kalangan ekonom. Pemerintah sendiri memutuskan tidak meningkatkan nilai BBM bersubsidi hingga akhir tahun meskipun terjad lonjakan nilai minyak dunia.

"Orang di luar pasti protes, kenapa pemerintah alias pak presiden tidak meningkatkan BBM aja biar uangnya banyak? Ini ada perdebatan nan cukup lama di ekonomi itu, di kalangan ekonomi. nan pertama nan jelas, ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, terutama nan mini kan terganggu," ujar Purbaya dalam obrolan media di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, meningkatkan nilai BBM pada dasarnya hanya memindahkan duit dari masyarakat ke pemerintah. Namun dampaknya, masyarakat kudu mengeluarkan lebih banyak uang, sehingga daya beli bisa turun dan aktivitas ekonomi ikut melambat.

Ia menilai, persoalan utamanya adalah siapa nan lebih efisien dalam menggunakan duit tersebut. Dalam jangka pendek masyarakat dinilai lebih tepat dalam membelanjakan duit lantaran sesuai kebutuhan sehari-hari.

"Kalau saya naikin BBM-nya, uangnya kan jadi punya saya, tapi rakyat kan kudu bayar lebih. Melambat kan ekonominya. Uang saya punya, saya bakal belanjakan. Kalau saya sama jagonya dengan masyarakat membelanjakan uang, pertumbuhan nggak hilang. Tapi kan sekarang pertanyaannya, siapa nan lebih efisien mengalokasikan duit tadi? Masyarakat alias pemerintah?" jelas Purbaya.

Purbaya mengatakan, jika duit tersebut ditarik ke pemerintah, belum tentu penggunaannya efisien. Alokasi anggaran bisa tersebar ke beragam sektor dan bisa saja tidak tepat sasaran. Sehingga dampaknya ke ekonomi tidak sekuat jika duit tetap di masyarakat.

"Tapi siapa nan lebih efisien? Anda penghasilan 1.000, saya ambil 500, saya belanjain, Anda belanjain semuanya 500. Dibanding Anda penghasilan 1.000, saya ambil 900 perak, Anda punya 100, Anda shopping 100, saya ambil 400 lebih kan. nan 400 lebih ini, saya shopping nan lebih baik nggak dengan Anda belanja?" ujarnya.

"Hampir pasti nggak, lantaran dia shopping sesuai dengan kebutuhannya, sehingga pas. Kalau saya bisa aja bagi-bagi pokok rata tuh, entah kementerian, lembaga, sehingga efisiensinya berkurang," tutup Purbaya.

Simak juga Video 'Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Uang Kita Banyak, Beunghar':

(ily/ara)

Sumber finance