Proyek Kereta Api Lintas Daerah Di Kalteng Belum Jalan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

– Rencana pembangunan jalur kereta api lintas wilayah di Provinsi (Kalteng) hingga sekarang tetap belum menunjukkan realisasi di lapangan. Padahal, proyek tersebut telah lama masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kendala utama nan dihadapi adalah belum adanya pihak penanammodal nan bersedia membiayai pembangunan prasarana tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, menyampaikan bahwa rencana pembangunan jalur kereta api perdana di Kalteng sebenarnya sudah disiapkan sejak lama.

“Kami tetap menunggu pihak ketiga alias penanammodal nan bersedia bekerja sama dalam proyek ini,” ujarnya di , Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, jalur kereta api tersebut dirancang menghubungkan sejumlah wilayah strategis, mulai dari Puruk Cahu, Batanjung di , hingga Kelurahan Bangkuang di .

Selain rute tersebut, terdapat pengganti jalur lain nan melintasi menuju Batanjung. Pemerintah wilayah saat ini tetap mengkaji opsi terbaik dari sisi efisiensi dan kebutuhan pendanaan.

“Masih dihitung mana jalur nan paling efektif dan efisien, terutama dari sisi biaya. Kalau sudah ada kepastian, bakal kami sampaikan,” katanya.

Pada tahap awal, proyek ini diprioritaskan untuk mendukung pikulan barang, terutama hasil sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

“Sementara fokusnya pikulan peralatan dulu, ke depan tidak menutup kemungkinan dikembangkan untuk pikulan penumpang,” jelasnya.

Menurut Dedy, minat penanammodal sangat ditentukan oleh potensi komoditas nan dapat diangkut serta kalkulasi untung nan bisa diperoleh dari proyek tersebut.

“Investor tentu mempertimbangkan potensi muatan dan nilai ekonominya. Itu nan menjadi dasar mereka sebelum berinvestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, arsip perencanaan alias blueprint pembangunan jalur kereta api tersebut sebenarnya telah tersedia dan tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP).

Namun demikian, hingga saat ini proyek tersebut belum dapat direalisasikan lantaran belum adanya kepastian sumber pendanaan.

“Perencanaannya sudah ada sejak lama dan sudah masuk RTRWP, tetapi untuk penyelenggaraan di lapangan tetap menunggu investor,” ungkapnya.

Dedy mengakui, pihaknya belum dapat memastikan kapan proyek tersebut bakal mulai dikerjakan. Meski begitu, pembangunan jalur kereta api tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang daerah.

“Masih cukup panjang prosesnya. Kami belum bisa memastikan kapan dimulai, tetapi ini tetap masuk dalam rencana pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa rencana awal pembangunan kereta api di Kalteng difokuskan untuk pikulan barang. Namun, dengan adanya pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), muncul dorongan agar jalur tersebut dapat terintegrasi dalam jaringan kereta api lintas Kalimantan.

“Awalnya hanya untuk pikulan barang, tetapi dengan adanya IKN, ada dorongan untuk mengembangkan jaringan kereta api lintas Kalimantan. Desainnya sebenarnya sudah ada,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal