Jakarta, CNN Indonesia --
Sphephelo 'Yaya' Sithole jadi biang kerok kekalahan Afrika Selatan lantaran melakukan dua blunder musuh Meksiko, termasuk kartu merah pada laga Piala Dunia 2026 Estadio Azteca, Jumat (12/6) pagi WIB.
Sithole melakukan dua blunder fatal nan membikin Afrika Selatan terpuruk. Dua blunder fatal itu jelas jadi aspek krusial di kembali kegagalan Afrika Selatan meredam Meksiko.
Blunder pertama Sithole ada di menit-menit awal pertandingan, tepatnya di menit kesembilan. Sithole adalah orang nan membikin Afrika Selatan kehilangan bola di wilayah pertahanan sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sithole kehilangan bola setelah bola direbut oleh Erik Lira. Bola lampau bergulir ke arah Julian Quinones.
Quinones berada di ruang terbuka dan bisa melepaskan tembakan keras nan tidak bisa ditangkap oleh kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.
Setelah kesalahan fatal di babak pertama, Sithole rupanya tidak banyak belajar. Di awal babak kedua, dia kembali melakukan blunder fatal.
Sithole melakukan blunder dengan terkena kartu merah langsung. Ia kandas mengawasi Brian Gutierrez nan berlari menerobos garis pertahanan Afrika Selatan.
Lantaran pelanggaran nan dilakukan Sithole terjadi saat Gutierrez punya kesempatan bagus untuk mencetak gol, kartu merah pun melayang dari saku Wilton Sampaio.
Karena kalah jumlah pemain, Afrika Selatan jadi kesulitan untuk mencari gol penyama kedudukan. Alhasil, Afrika Selatan kalah 0-2 di akhir laga.
Spiphole menghabiskan kariernya di Liga Portugal. Ia sempat menimba pengetahuan di tim junior Sporting dan Vitoria Setubal.
Setelah itu, dia memihak B-Sad, Tondela, dan sekarang sedang dalam masa pinjaman di Gli Vicente.
Spiphole nan sudah berumur 27 tahun mulai mendapat panggilan dari timnas Afrika Selatan pada 2022 lalu.
Penampilan dalam laga musuh Meksiko ini jelas jadi momen berat bagi Sithole. Selain kudu tidakhadir di laga berikutnya, Sithole juga belum tentu kembali dapat kepercayaan saat bisa kembali bermain.
(ptr/rhr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·