Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol kontra Cape Verde nan berhujung seri 0-0, nama Vozinha mungkin jadi berkawan di mata penonton.
Hal itu lantaran Vozinha adalah kiper Cape Verde nan gawangnya terus diserang Spanyol, tapi tak juga bobol. Performa Vozinha nan sudah berumur 40 tahun terbilang apik membendung serangan La Furia Roja.
Beberapa kali Vozinha jadi pahlawan menyelamatkan gawangnya dari peluang-peluang nan diperoleh Rodri dan kawan-kawan. Penampilannya pun langsung mencuri perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelamatan-penyelamatannya membikin para pemain bintang Spanyol frustrasi. Nama Vozinha juga terbilang unik.
Nama original kiper veteran ini osimar Jose Evora Dias. Dalam bahasa Inggris, Vozinha berfaedah "Voice" alias Sang Suara, sebuah nama nan sangat pas untuk merepresentasikan perannya sebagai pemimpin di lapangan.
Dia merumput untuk klub kasta kedua Liga Portugal. Vozinha juga menceritakan bahwa julukan tersebut melekat sejak masa kecilnya di Pulau Sao Vicente.
"Julukan itu ada lantaran kakek dan nenek saya. Saya tidak pernah tinggal berbareng orang tua. Saat saya lahir, ayah saya berada di militer dan ibu saya kudu bekerja keras, jadi saya tumbuh besar berbareng mereka," ungkap Vozinha kepada FIFA, seperti dilansir Olympics.
Julukan masa mini ini terus dibawanya hingga dia memulai pekerjaan ahli di luar negeri saat memperkuat klub Angola, Progresso. Di sana, dia terpaksa meresmikan nama panggilan tersebut lantaran argumen nan unik.
"Di Cape Verde tidak ada nan memanggil nama original saya. Awalnya saya sempat jengkel dengan julukan itu. Namun, saat tiba di Angola, ada kiper lain berjulukan Josimar. Saya menolak memakai nama 'Josimar II' di jersei. Karena semua orang di kampung laman mengenal saya sebagai Vozinha, akhirnya saya pakai nama itu," ujarnya.
Loyalitas dan ketangguhan Vozinha di bawah mistar gawang tidak perlu diragukan. Ia melakoni debut berbareng tim nasional 14 tahun lampau dan telah mencatatkan lebih dari 80 penampilan berbareng skuad Blue Sharks.
Meski telah kenyang pengalaman di empat turnamen Piala Afrika, ini merupakan panggung Piala Dunia pertama sepanjang kariernya. Kesuksesan Cape Verde menahan favorit juara Spanyol membikin penampilan Vozinha di laga-laga Piala Dunia 2026 dinantikan.
Pada laga Grup H berikutnya, Cape Verde kudu menghadapi Uruguay dan Arab Saudi, dan memaksimalkan hasil pertemuan dengan kedua tim jika mau memelihara kans ke fase knock-out Piala Dunia 2026.
(wiw/wiw)
Add
as a preferred source on Google
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·