Profil Green Sm, Taksi Listrik Asal Vietnam Yang Diduga Sebabkan Tabrakan Ka

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

Kecelakaan tragis melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden ini langsung menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya jumlah korban nan meninggal dan mengalami luka-luka.

Di kembali kecelakaan itu, operator taksi listrik asal Vietnam, Green SM, ikut jadi sorotan. Sebab sebelum kejadian terjadi, satu unit taksi Green SM diduga mogok alias berakhir di perlintasan sebidang dekat stasiun nan kemudian rangkaian KRL kudu berakhir sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Green SM Indonesia merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan mobilitas berbasis kendaraan listrik asal Vietnam nan didirikan oleh miliarder Phạm Nhật Vượng, sekaligus Chairman Vingroup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan nan ini resmi berdiri sejak 6 Maret 2026 awalnya konsentrasi pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. Dalam perihal ini, GSM beraksi dalam dua jasa utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor.

"Kami menyediakan jasa perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan bakal opsi transportasi nan ramah lingkungan," tulis perusahaan dalam situs resminya.

Sekarang perusahaan mulai membuka di market internasional dan membawa pengalaman berkendara nan berbeda dengan jasa taksi standar Xanh SM. Jakarta menjadi salah satu tempat ekspansi taksi ramah lingkungan tersebut.

"Layanan Green SM seluruhnya beraksi menggunakan mobil listrik VinFast. Ini adalah generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pengguna dan ramah lingkungan," jelas perusahaan taksi listrik itu lagi.

Di Indonesia, Green SM mulai berekspansi sejak 2 Desember 2024 dengan konsentrasi awal di wilayah Jabodetabek. Taksinya mempunyai karakter unik nan unik, ialah kendaraan nan berwarna biru kehijauan namalain cyan.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka bunyi soal kejadian tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut diduga berasal dari mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta.

Dudy sudah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan untuk menemui pihak Green SM. Menurut Dudy, pertemuan nan dijadwalkan berjalan hari ini bakal membahas soal evaluasi.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk berjumpa dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, Green SM sudah buka bunyi mengenai kejadian tersebut. Dalam pernyataan di akun IG resmi miliknya (@id.greensm), perusahaan taksi listrik itu menyatakan meletakkan perhatian penuh pada kejadian kereta api nan melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta nan melintas.

"Kami telah menyampaikan info nan relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi nan sedang berlangsung," tulis Green SM Indonesia.

Green SM Indonesia juga menyatakan bakal berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan jasa secara berkelanjutan.

"Kami bakal terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya info nan telah terverifikasi," pungkas pernyataan itu.

(igo/fdl)

Sumber finance