PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bakal Calon (Bacalon) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Periode 2026-2030, Prof Bhayu Rhama, jadikan komitmen utama pada pembenahan prasarana jika kelak dipercaya sebagai ketua kampus.
Dalam wawancara usai sosialiasi Visi dan Misi Bacalon Rektor UPR di Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Faperta) UPR, pada Senin (22/6/2026), bhayu menyampaikan proyeksi kerjanya pada kesiapan akomodasi esensialnya nan ditargetkan menjadi program prioritas pada 100 hari pertama masa jabatannya.
“Sesuai janji saya tadi, bahwa saya bakal melakukan di tahun pertama kesiapan listrik, internet, ruang kelas memadai, dan juga ruang dosen. Itu kudu kita lakukan di tahun pertama,” tegas Prof. Bhayu.
Ia menilai kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) merupakan kunci untuk menghidupkan ekosistem akademik nan produktif.
“Persoalan nan paling mendasar agar mahasiswa, civitas akademika itu tahan untuk berada di kampus. Mereka melakukan penelitian, mereka melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan, dan juga melakukan aktivitas pengabdian,” paparnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, ini juga menegaskan mengenai perbaikan bentuk bangunan, bahwa langkah tersebut kudu berfokus pada kegunaan dan kenyamanan bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik.
“Kalau untuk perbaikan gedung, kembali kita pada ruang kelas. Bagaimana kita menyediakan ruang kelas nan nyaman, ruang pengajar nan nyaman. Sehingga kembali lagi bahwa mahasiswa itu betah, dan kampus ini menjadi jagoan mereka untuk melakukan aktivitas Tridharma Pendidikan,” ungkapnya.
Saat ditanya penegasan mengenai sasaran 100 hari kerjanya, Prof. Bhayu memberikan rincian nan menjadi konsentrasi utama fasilitas.
“Ada Listrik, Wi-Fi, ruang kelas nan nyaman, ruang pengajar tersedia, dan meja pengajar untuk semua pengajar civitas akademika.” tutupnya (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bakal Calon (Bacalon) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Periode 2026-2030, Prof Bhayu Rhama, jadikan komitmen utama pada pembenahan prasarana jika kelak dipercaya sebagai ketua kampus.
Dalam wawancara usai sosialiasi Visi dan Misi Bacalon Rektor UPR di Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Faperta) UPR, pada Senin (22/6/2026), bhayu menyampaikan proyeksi kerjanya pada kesiapan akomodasi esensialnya nan ditargetkan menjadi program prioritas pada 100 hari pertama masa jabatannya.
“Sesuai janji saya tadi, bahwa saya bakal melakukan di tahun pertama kesiapan listrik, internet, ruang kelas memadai, dan juga ruang dosen. Itu kudu kita lakukan di tahun pertama,” tegas Prof. Bhayu.
Ia menilai kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) merupakan kunci untuk menghidupkan ekosistem akademik nan produktif.
“Persoalan nan paling mendasar agar mahasiswa, civitas akademika itu tahan untuk berada di kampus. Mereka melakukan penelitian, mereka melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan, dan juga melakukan aktivitas pengabdian,” paparnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, ini juga menegaskan mengenai perbaikan bentuk bangunan, bahwa langkah tersebut kudu berfokus pada kegunaan dan kenyamanan bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik.
“Kalau untuk perbaikan gedung, kembali kita pada ruang kelas. Bagaimana kita menyediakan ruang kelas nan nyaman, ruang pengajar nan nyaman. Sehingga kembali lagi bahwa mahasiswa itu betah, dan kampus ini menjadi jagoan mereka untuk melakukan aktivitas Tridharma Pendidikan,” ungkapnya.
Saat ditanya penegasan mengenai sasaran 100 hari kerjanya, Prof. Bhayu memberikan rincian nan menjadi konsentrasi utama fasilitas.
“Ada Listrik, Wi-Fi, ruang kelas nan nyaman, ruang pengajar tersedia, dan meja pengajar untuk semua pengajar civitas akademika.” tutupnya (her)
1 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·