Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan kepada pemerintah Israel dan rakyatnya untuk datang ke meja perundingan demi mengakhiri perang.
Dalam wawancara eksklusifnya dengan CNN, Aoun menyebut solusi militer tidak bakal pernah memberikan agunan keamanan dan keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap, kami bersedia, kami berkomitmen. Apakah Anda juga? Kalau sudah, mari kita duduk dan bicara," ujar Aoun.
Pemerintah Lebanon tengah melakukan pembicaraan langsung dengan Israel, nan dimediasi oleh Amerika Serikat, demi menghentikan perang secara total meski ada pertentangan dari golongan Hizbullah.
Aoun menegaskan dia tidak bakal berjumpa dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Aoun juga mengatakan kesepakatan apa pun nantinya bakal menjadi pakta non-agresi dan bukan kesepakatan tenteram penuh.
"Kita perlu mengakhiri permusuhan antara Lebanon dan Israel. Selamanya. Dan (perjanjian) ini bisa menjadi jalan menuju perdamaian nan setara dan abadi," ujarmya.
Aoun menegaskan Lebanon bakal bertindak sejalan dengan inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002, nan menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel di seluruh bumi Arab sebagai hadiah atas status negara Palestina dan penarikan Israel dari wilayah pendudukan.
"Tetapi kita tidak bisa langsung melompat dari A ke B. Kita kudu melalui langkah-langkah nan berbeda," ujarnya.
Aoun juga mengatakan Lebanon mengupayakan hubungan baik dengan Iran berasas rasa saling menghormati dan tidak kombinasi tangan. Dia juga menyebut banyak rakyat Lebanon nan dibunuh demi kepentingan Iran.
Dalam wawancara sebelumnya, Aoun sempat menuduh Iran memanfaatkan Lebanon sebagai perangkat tawar-menawar dalam pembicaraannya dengan Amerika Serikat.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
21 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·