Jakarta, CNN Indonesia --
Isu perpecahan mulai berembus di antara para pemimpin dan pejabat tinggi Iran di tengah negosiasi nan mandek dengan Amerika Serikat.
Salah satu nan mencuat adalah Presiden Iran Masoud Pezeshkian termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf diklaim menakut-nakuti bakal memecat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media independen Iran, Iran International, melaporkan bahwa Pezeshkian dan Bagher Ghalibaf dibuat jengkel dengan Aeaghchi lantaran menjalankan perintah pihak Garda Revolusi Iran (IRGC) tanpa melaporkan ke mereka. Instruksi IRGC kepada Araghchi tersebut berasosiasi dengan pembicaraan mengenai nuklir.
Sumber nan mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Iran International bahwa Pezeshkian dan Ghalibaf menilai Araghchi kurang memposisikan perannya sebagai pejabat eksekutif. Mereka menganggap Araghchi malah bertindak seperti ajudan Komandan IRGC Ahmad Vahidi nan hanya menuruti keinginannya.
Berdasarkan pengakuan sejumlah sumber lingkungan pemerintahan, Araghchi bertindak tanpa menginformasikan perkembangan terbaru kepada Pezeshkian dalam dua pekan belakangan. Sebaliknya, dia sepenuhnya berkoordinasi hanya dengan Vahidi.
Pezeshkian pun merasa jengkel dan tidak puas dengan keahlian Araghchi dan bakal memecatnya jika pembantunya itu kembali melakukan perihal nan sama ke depannya.
Klaim tentang perpecahan di antara para pejabat Iran sebelumnya telah mencuat. Pada 28 Maret, laporan menunjukkan perbedaan pendapat nan serius antara Pezeshkian dan Vahidi, komandan Garda Revolusi nan sekarang dikatakan sebagai tokoh paling berpengaruh di pasukan tersebut.
Sumber-sumber nan mengetahui perihal ini mengungkapkan kepada Iran International pada saat itu bahwa perselisihan tersebut berasal dari "penanganan perang dan akibat destruktif terhadap mata pencaharian masyarakat dan perekonomian negara."
Trump juga baru-baru ini mengindikasikan bahwa terjadi perpecahan di antara para pemimpin Iran sehingga negosiasi sangat susah dilakukan.
"Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi," ujar Trump.
Dia lampau berkata, "Dan dengan demikian, mereka semua mau membikin kesepakatan, tapi mereka semua kacau."
(bac)
Add
as a preferred source on Google
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·