Prancis Di Piala Dunia Bertabur Bintang, Siap Jadi Pemenang?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Skuad Prancis di Piala Dunia 2026 begitu mewah. Tapi dengan komposisi bertabur bintang, tak ada agunan mereka bakal jadi pemenang.

Prancis merilis 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 pada 15 Mei. Deretan pemain bintang mengisi daftar dari posisi kiper hingga penyerang.

Di pos penjaga gawang, Mike Maignan merupakan kiper utama AC Milan. Lalu di barisan pertahanan ada Hernandez bersaudara, Ibrahima Konate, Jules Kounde, Wiliam Saliba, dan Dayot Upamecano.

Lini tengah tak kalah garang lantaran ada N'Golo Kante, Adrien Rabiot, dan Aurelien Tchouaméni. Begitup juga sektor depan dengan opsi melimpah dari Ousmane Dembélé, Michael Olise, hingga Kylian Mbappé.

Di tengah barisan mega bintang, terselip pula lima sosok debutan. Mereka adalah Warren Zaïre-Emery, Maghnes Akliouche, Désiré Doué, Bradley Barcola, dan Rayan Cherki.

Walaupun berstatus debutan, nama-nama tersebut sudah langganan di masing-masing tim untuk merumput di pentas elite. Kualitasnya pun tak perlu dikhawatirkan.

Sehingga di atas kertas, Prancis punya materi cukup untuk kembali menembus final apalagi merengkuh gelar juara. Akan tetapi, situasi ini bisa jadi bumerang jika ujung-ujungnya tak maksimal.

Kehadiran Didier Deschamps sebagai pembimbing timnas Prancis selama 14 tahun bisa menambah kekompakan tim. Meski tak bisa dimungkiri, pilihan pemainnya untuk Piala Dunia 2026 menuai pro-kontra.

Absennya Eduardo Camavinga jadi pertanyaan. Padahal pemain Real Madrid itu merupakan jagoan di lini tengah Los Blancos sebagai tandem Tchouameni. Beruntung Les Bleus punya stok gelandang melimpah.

Begitu juga di lini depan lantaran tak ada striker Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani. Deschamps lebih percaya kepada bomber Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Tapi memandang rapor keduanya di Premier League, pilihan Deschamps masuk akal.

Mateta punya 15 gol dari total 45 pertandingan di musim 2025/2026. Sedangkan Kolo Muani hanya lima gol dari 41 laga. Di sini terlihat perbedaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sama halnya ketika memilih Brice Samba alih-alih Lucas Chevalier di posisi kiper. betul bahwa Chevalier adalah kiper dengan keahlian perseorangan mumpuni, namun tim butuh sosok berilmu untuk masuk ke dalam jajaran.

Karenanya, keputusan Deschamps tak mengada-ada. Absennya segelintir nama langsung diisi oleh sosok dengan kualitas bintang lima.

Baca lanjutan tulisan ini di laman selanjutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Sumber cnn-sport