Prabowo Setuju Family Office Dibangun Di Bali, Tempat Duit Konglomerat Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui pembentukan family office di sekitar Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center/IFC) di Bali.

Ia mengatakan saat ini patokan pembentukan family office tersebut tengah disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ditargetkan rampung pada 4 Juni 2026.

"Presiden juga setuju untuk mendirikan pusat finansial internasional, family office, dan pada tanggal 4, saya rasa undang-undang tentang ini bakal disahkan di parlemen," ujarnya dalam aktivitas ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait perihal itu, Luhut mengatakan operasional family office nantinya bakal dibantu oleh tokoh senior dari Inggris berasas rekomendasi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.

"Kami berbincang dengan Rosan tadi malam, dia mengatakan kepada saya, dia sudah setuju dan telah menunjuk seorang tokoh senior dari Inggris untuk menjadi penasihat alias kawan kami di family office," sambung Luhut.

Menurutnya, saat ini merupakan waktu nan paling tepat bagi Indonesia untuk membangun family office maupun area ekonomi unik (KEK) finansial. Sebab, di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang di Timur Tengah, banyak penanammodal dunia sedang mencari tempat baru untuk menjaga aset hingga triliunan dolar mereka tetap aman.

"Satu triliun dolar, katanya, ada di Timur Tengah saat ini, mereka mencari tempat nan tepat untuk berinvestasi dan mereka mau tetap aman. Jadi kita tidak mengharapkan untuk mendapatkan US$ 100-200 miliar dalam semalam. Tetapi jika mereka mau berinvestasi, mereka juga membawa kredibilitas dan kepercayaan, nan kita butuhkan saat ini untuk membawa Indonesia ke situasi nan lebih baik," kata Luhut.

Sebagai informasi, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan skema insentif unik untuk menarik penanammodal dunia masuk ke KEK Pusat Keuangan Internasional di Bali.

Menurutnya, persiapan skema insentif ini tetap dalam pembahasan berbareng pihak terkait, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bank Indonesia.

"Membicarakan pendirian Indonesia Financial Center nan rencananya bakal kita lihat lokasi-lokasinya di Bali, serta hal-hal apa saja nan perlu dilakukan, baik dari segi regulasi, hukum, insentif, dan lainnya," kata Rosan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Saat ditanya mengenai corak insentif nan bakal diberikan, Rosan belum dapat memberikan jawaban pasti. Namun, dia menyebut pemerintah bakal melakukan studi komparasi terhadap sejumlah pusat finansial bumi untuk merancang model terbaik bagi Indonesia.

(igo/fdl)

Sumber finance