Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Indonesia Prabowo Subianto buka bunyi soal undangan dari belasan duta besar negara sahabat saat memberi surat kepercayaan pada beberapa hari lalu.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan di tengah kritik bahwa dia terlalu sering berjamu ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyampaikan komentar itu saat pidato di aktivitas pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6).
"Saya menerima berapa, 18 [17] duta besar. Hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan perdana menteri masing-masing. 'Kami berambisi Presiden Indonesia bisa berjamu ke negara kami'," kata Prabowo.
Dia lampau berujar, "Bayangkan 18 negara itu, terbangnya sudah klenger aku."
Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo menerima surat kepercayaan dari 17 duta besar dari negara sahabat.
Mereka ialah Manuel Estuardo Roldan Barillas (Guatemala), Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (Qatar), Abdirashid Salat Abdile (Kenya), Ratu Isoa Delamisi Tikoca (Fiji), dan Redouane Houssaini (Maroko).
Kemudian Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria (Portugal), Bernardo Brea Rodriguez (Panama), Hong Kwang Il (Korea Utara), serta Antonio Rodrigues Jose (Mozambik).
Di hari sebelumnya, Prabowo menerima surat kepercayaan Duta Besar Sri Lanka, Sumadhurika Sashikala Premawardhane; Duta Besar Filipina, Christopher Baltazar Montero; dan Duta Besar Korea Selatan, Yoon Soongu.
Kemudian Duta Besar Republik Ceko, Petr Kopriva; Duta Besar Palestina, Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari; Duta Besar Yunani, Dimitrios Michalopoulos; Duta Besar Lebanon, Salam Al Achkar; dan Duta Besar Saint Lucia, Menissa Rambally.
Kembali lagi ke pidato Prabowo, dia menyebut Indonesia disukai banyak negara.
"Indonesia dicari lantaran Indonesia tidak punya musuh," ungkap dia.
Prabowo menegaskan setelah menerima mandat jadi presiden, dia meneruskan garis politik luar negeri Indonesia nan bebas aktif.
"Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Ini adalah garis nan saya tempuh," ujar dia.
Sebelumnya, publik termasuk mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal sempat melontarkan kritikan terhadap Prabowo nan kerap berjamu ke luar negeri di tengah kondisi ekonomi RI nan memburuk.
Dino mengimbau Prabowo agar secara signifikan mengurangi gelombang kunjungan luar negeri dan tidak menganggap remeh bunyi publik mengenai perihal tersebut.
"Dalam kalkulasi kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara nan paling sering melakukan perjalanan keluar negeri. Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran jika ada nan beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar pemisah kewajaran," ujarnya.
(isa/del/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·