CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 17:00 WIB
Pop-up store Perfect Crown berujung ditutup lebih awal dari agenda semula setelah ramai kontroversi dugaan distorsi sejarah. (MBC)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pop-up store Perfect Crown berujung ditutup lebih awal dari agenda semula. Langkah itu diambil pihak promotor dan MBC selaku penyiar di tengah derasnya gelombang kecaman publik akibat tuduhan distorsi sejarah drama tersebut.
Toko pop-up nan berlokasi di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, Seoul Barat itu dipastikan menyudahi operasionalnya hari inin, Senin (25/5), alias tiga hari lebih sigap dari rencana awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea JoongAng Daily pada Minggu (24/5) memberitakan penjualan suvenir resmi hanya dilayani hingga Sabtu (23/5), sementara pada hari Minggu dan Senin area tersebut hanya dibuka sebagai ruang pameran saja.
Pihak penyelenggara mengumumkan kepada para pemilik tiket pesan awal bahwa perubahan agenda dan format ini terjadi lantaran "alasan operasional di lapangan."
Namun, para pengamat industri menilai keputusan ini diambil untuk meredam kontroversi nan kian membesar.
Selain menutup toko pop-up, MBC juga menyatakan bakal menghapus segmen nan dipermasalahkan dari penayangan resmi mereka.
Proses penyuntingan ulang untuk menghapus potongan gambar dari bagian 11 tersebut diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari sebelum diterapkan sepenuhnya dalam sistem penyiaran.
Drama nan telah menyelesaikan masa tayangnya pada 16 Mei lampau itu menuai kritik tajam lantaran visualisasi upacara penobatan kerajaan di bagian 11.
Dalam segmen tersebut, I-An nan dilantik menjadi raja digambarkan mengenakan mahkota berumbai sembilan nan identik dengan negara vasal alias bawahan, alih-alih mahkota berumbai 12 nan dikhususkan bagi kaisar berdaulat.
Keadaan diperparah dengan perbincangan para pejabat istana nan menyerukan kata "cheonse" (1.000 tahun) bukannya manse (10.000 tahun) nan merupakan seruan agung untuk penguasa Korea.
Para kritikus berdasar bahwa segmen tersebut seolah membenarkan klaim Proyek Timur Laut milik China atas sejarah Korea.
Menanggapi kekecewaan publik, jejeran pemain utama ialah IU dan Byeon Woo-seok, berbareng sutradara Park Jun-hwa serta penulis naskah Yoo Ji-won telah merilis permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Pihak pemerintah sekarang turut menyoroti polemik ini setelah terungkap bahwa Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) ikut mengucurkan biaya support untuk proses produksi drama tersebut.
KOCCA menyatakan mereka tengah meninjau ulang apakah ada izin nan dilanggar selama proses pemberian support finansial itu, serta sedang mempertimbangkan tindakan lebih lanjut termasuk kemungkinan untuk menarik kembali biaya produksi nan telah disalurkan.
(chri)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·