Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menjanjikan lapangan kerja nan lebih baik dan melindungi para pekerjanya di tengah gempuran teknologi kepintaran buatan alias logika imitasi (artifical intelligence/AI).
Wong menyampaikan komitmen itu saat pidato di peringatan Hari Buruh Internasional di Downtown East, Singapura, Jumat (1/5).
Dalam peringatan May Day itu, dia menyoroti akibat kehadiran AI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak bisa menjanjikan bahwa tidak bakal ada gangguan. Pekerjaan bakal berubah. Beberapa bakal hilang. Dan laju perubahan bakal lebih sigap daripada apa pun nan pernah kita lihat sebelumnya," kata Wong, dikutip dari media massa berbasis di Singapura, Channel News Asia (CNA).
"Namun, ini nan bisa saya janjikan: seiring transformasi ekonomi kita, kita bakal menciptakan lapangan kerja baru dan lebih baik. Kita mungkin tidak bisa melindungi setiap pekerjaan. Tetapi kita bakal melindungi setiap pekerja. Karena di Singapura, setiap pekerja itu penting," sambungnya.
Wong lampau membandingkan situasi saat ini dengan dasawarsa sebelumnya. Jika dulu seluruh tim dibutuhkan untuk beberapa alur kerja, sekarang satu orang dapat melakukan semuanya dengan support AI.
Kondisi itu, kata dia, jauh melampaui chatbot sederhana. Menurutnya teknologi AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi bisa merencanakan dan melaksanakan tugas-tugas kompleks dari awal hingga akhir secara mandiri,.
"AI tidak hanya bakal meningkatkan produktivitas. AI bakal mengganggu dan membentuk kembali seluruh industri," ucap Wong.
Kecemasan pekerja Singapura
Wong juga menyadari kekhawatiran masyarakat Singapura--khususnya kelas pekerja--karena kehadiran AI. Namun, dia menyebut negara ini sukses melewati transisi teknologi besar sebelumnya.
PM Singapura itu lantas mencontohkan kehadiran perangkat lunak Excel nan sempat mengkhawatirkan di era 1990-an, tetapi justru mempermudah pekerjaan.
Menurut dia, permintaan akuntan dan analisis yang bisa menggunakan perangkat itu meningkat.
"AI jauh lebih efektif dari spreadsheet. Jadi, dampaknya di tempat kerja bakal jauh lebih besar," ungkap Wong.
Pemerintah, lanjut dia, bakal mengambil langkah guna memanfaatkan AI semaksimal mungkin termasuk menggabungkan Workforce Singapore (WSG) dan SkillsFuture Singapore (SSG).
WSG adalah badan norma di bawah Kementerian Tenaga Kerja Singapura bekerja mengembangkan tenaga kerja nan kompetitif, inklusif, dan tangguh. Sementara itu, SSG memberi kesempatan penduduk untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal dengan training dan belajar.
"AI bakal tetap ada. Jadi, terimalah, pelajarilah, gunakanlah, dan kuasailah," ujar kepala pemerintahan negeri jiran tersebut.
(ada/kid)
Add
as a preferred source on Google
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·