Jakarta, CNN Indonesia --
Lionel Messi akhirnya menggenggam satu-satunya trofi nan belum pernah dia raih. Di Piala Dunia 2022 Qatar, La Pulga memimpin Argentina melewati perjalanan penuh drama hingga puncak kejayaan nan menyempurnakan pekerjaan terbaik dalam sejarah sepak bola.
Piala Dunia 2022 adalah jenis ke-22 perhelatan akbar empat tahunan nan digelar di Qatar pada 20 November - 18 Desember 2022.
Ini menjadi Piala Dunia pertama nan tidak dimainkan di musim panas. Keputusan nan diambil lantaran suhu ekstrem Qatar nan bisa melampaui 45 derajat celcius pada bulan-bulan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar dipilih sebagai tuan rumah di tengah beragam kontroversi. Mulai dari proses bidding nan diwarnai tuduhan korupsi hingga kondisi kerja pekerja migran nan terlibat dalam pembangunan stadion dan infrastruktur.
Suhu rata-rata Qatar di bulan November-Desember berkisar 20-25°C. Kondisi tersebut jauh lebih berkawan daripada musim panas.
Sebanyak 32 tim lolos ke putaran final setelah melalui kualifikasi nan melibatkan 210 negara. Total 64 pertandingan dimainkan, menghasilkan 172 gol. Total gol nan bersarang selama gelaran berjalan tercatat sebagai rekor terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, melampaui catatan 171 gol di jenis 1998 dan 2014.
Argentina memulai turnamen dengan hasil mengejutkan: kalah 1-2 dari Arab Saudi setelah sempat unggul lebih dulu. Tetapi kekalahan itu bukan jadi akhir cerita. Setelah tumbang, ada titik balik.
Julian Alvarez dan Enzo Fernandez nan tadinya persediaan mendapat kesempatan tampil dan segera menjadi pilar krusial skuad didikan Lionel Scaloni.
Argentina kemudian bangkit dengan mengalahkan Meksiko dan Polandia di fase grup. Mereka mulai menemukan ritme permainan terbaik dan beralih bentuk menjadi mesin nan nyaris tak terbendung.
Di fase gugur, Argentina selalu melewati ujian berat. Mereka menyingkirkan Australia 2-1 di babak 16 besar. Kemudian La Albiceleste nyaris terjegal Belanda sebelum menang lewat adu penalti usai bermain seri 2-2.
Semifinal menjadi jarak napas singkat bagi Argentina setelah menghajar Kroasia 3-0. Namun babak paling menegangkan sudah menanti di partai puncak. Laga final kontra Prancis nan bersikeras mempertahankan gelar juaranya.
Baca lanjutan tulisan ini di laman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·