Jakarta, CNN Indonesia --
Jerman menyabet gelar Piala Dunia keempat di Brasil 2014 usai mengalahkan Argentina di final nan membikin Lionel Messi pulang dengan air mata.
Di lain sisi, gelaran turnamen juga dikenang lantaran kekalahan memalukan tuan rumah Brasil dengan skor 1-7 dari Die Mannschaft di semifinal.
Piala Dunia 2014 kembali ke Amerika Selatan untuk pertama kalinya sejak Argentina menjadi tuan rumah pada 1978. Brasil, negara nan selama ini dianggap sebagai rumah spiritual sepak bola dunia, menjadi tuan rumah dengan ekspektasi besar dari publik domestik nan mendambakan gelar keenam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun gambaran masa lampau selalu menghantui tim Samba sebelum perhelatan dimulai. Kekalahan traumatis di hadapan publik sendiri pada final Piala Dunia 1950 dari Uruguay nan dikenal sebagai Maracanazo tetap menjadi luka nan belum sembuh dalam ingatan kolektif bangsa.
Spanyol masuk sebagai juara memperkuat sekaligus pemegang gelar Piala Eropa 2008 dan 2012. La Furia Roja jadi kandidat kuat untuk mempertahankan mahkota. Namun takdir berbicara sebaliknya. Spanyol langsung tersungkur usai kekalahan 1-5 dari Belanda di laga pembuka, disusul kekalahan 0-2 dari Chile.
Spanyol tersingkir di fase grup usai dua laga menyedihkan itu. La Roja mengikuti jejak Prancis 2002 dan Italia 2010 sebagai juara memperkuat nan kandas melewati babak penyisihan.
Brasil kalah 1-7 dari Brasil di Piala Dunia 2014. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)
Brasil sendiri lolos dari fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan tujuh poin. Namun perhatian tertuju pada performa mereka nan tidak sepenuhnya meyakinkan. Untungnya tim Samba tetap bisa melaju ke fase gugur.
Di babak 16 besar, Brasil menghadapi Kolombia dan menang, namun kudu rela kehilangan Neymar nan mengalami retak tulang punggung akibat tekel keras Juan Zuniga. Absennya sang bintang menjadi pukulan berat bagi Selecao menjelang babak semifinal.
Baca di halaman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·