Jakarta, CNN Indonesia --
Mario Kempes menjadi bintang utama ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Kempes, dengan enam gol nan mengantarkannya meraih sepatu emas, mengantarkan tim Tango menuju gelar bumi perdana.
Piala Dunia 1978 Argentina menandakan pertama kalinya turnamen kembali ke Amerika Latin setelah 16 tahun. Namun perhelatan itu berjalan di bawah bayang-bayang rezim junta militer nan berkuasa sejak 1976 dan menuai sorotan atas pelanggaran kewenangan asasi manusia.
Situasi politik itu sempat memantik wacana boikot dari sejumlah negara peserta. Belanda jadi negara nan paling lantang bersuara. Namun pada akhirnya seluruh tim nan lolos kualifikasi tetap ambil bagian dan turnamen melangkah sesuai rencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argentina tampil sebagai tuan rumah sekaligus jadi unggulan utama. Pelatih Cesar Luis Menotti membangun skuad solid dengan kapten Daniel Passarella, playmaker Osvaldo Ardiles, dan duet Kempes di ahli gedor, Leopoldo Luque. Akan tetapi, tim Tango tidak mengikutsertakan Diego Maradona nan tetap berumur 17 tahun.
Satu-satunya pemain Argentina nan bermain di klub luar negeri saat itu adalah Mario Kempes, nan dipanggil unik dari Valencia. Kempes baru tiba di Argentina pada 8 Mei 1978, sementara rekan-rekannya sudah berlatih berbareng sejak Februari.
Kepercayaan Menotti kepada Kempes bukan tanpa alasan. Ia baru saja memenangkan dua gelar Top Skor La Liga berturut-turut berbareng Valencia dengan sumbangsih 24 gol pada musim 1976-1977 dan 28 gol pada musim berikutnya.
Di fase grup, Argentina tergabung berbareng Italia, Hungaria, dan Prancis. Kempes tak bisa mencetak satu gol pun, dan Argentina justru kalah 0-1 dari Italia di laga terakhir grup sehingga hanya finis di posisi kedua.
Kempes baru menemukan sentuhan terbaiknya di babak kedua. Ia mencetak dua gol ke gawang Polandia, lampau kembali menjebol gawang nan sama dalam kemenangan membanggakan Argentina atas Peru, 6-0. Hasil tersebut mengantarkan tim Tango ke final.
Baca ke laman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·