Jakarta, CNN Indonesia --
Piala Dunia 1958 di Swedia bukan sekadar jenis ke enam turnamen akbar itu, melainkan titik awal kekuasaan Brasil dan munculnya bintang besar nan pernah dikenal sepak bola bumi yaitu Pele.
Brasil tiba di Swedia dengan sistem revolusioner 4-2-4 nan belum pernah dilihat bumi sebelumnya. Mereka sudah punya Didi di lini tengah, Vava sebagai ujung tombak, serta dua bek legendaris Djalma Santos dan Nilton Santos.
Namun pembimbing Vicente Feola menyimpan satu kartu truf nan mengubah segalanya. Ia memanggil seorang remaja berumur 17 tahun dari Santos nan tengah meroket. Wonderkid tersebut adalah Edson Arantes do Nascimento atau dikenal sebagai Pele.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pele memulai turnamen dari bangku cadangan. Barulah di pertandingan ketiga fase grup dia diturunkan, dan dari situlah segalanya berubah. Brasil memenangkan seluruh laga (empat pertandingan} saat memainkan Pele sebagai starter.
Di perempat final, Brasil menghadapi Wales nan tampil mengejutkan sepanjang turnamen meski tanpa bintang jagoan mereka, John Charles, nan tidakhadir lantaran cedera.
Pele nan baru memulai pertandingan keduanya di turnamen ini mencetak gol tunggal nan mengecoh kiper Jack Kelsey. Pele sendiri kelak menyebut gol itu sebagai gol terpenting dalam hidupnya.
Di semifinal, Brasil berhadapan dengan Prancis nan diperkuat duet mematikan: Just Fontaine sebagai bomber dan penggawa Real Madrid, Raymond Kopa sebagai pemasok umpan.
Pele menjawab dengan penampilan nan memukau, mencetak hattrick dalam kemenangan mudah Brasil 5-2.
Bersambung ke laman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·