Jakarta, CNN Indonesia --
BYD mengeklaim menjadi produsen mobil pertama di bumi nan berani menanggung penuh kerugian akibat kecelakaan saat fitur mengemudi otomatis perkotaan di mobil BYD mereka sedang aktif.
Jaminan ini bertindak untuk kegunaan Urban Navigate on Autopilot (NOA), ialah keahlian mobil menyetir sendiri di jalan kota-belok, pindah lajur, hingga berakhir di lampu merah tanpa banyak kombinasi tangan pengemudi. NOA merupakan bagian dari God's Eye, sistem support mengemudi canggih (ADAS) bikinan BYD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman itu disampaikan dalam Intelligence Strategy Launch Event di China, pekan lalu.
Lewat kebijakan ini, BYD berani pasang badan secara finansial atas teknologi nan selama ini risikonya ditanggung pengemudi. Biasanya, jika mobil menabrak, beban tukar rugi jatuh ke pemilik alias asuransinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika terjadi kecelakaan nan secara norma menjadi tanggung jawab pengguna saat dia mengoperasikan kegunaan Urban NOA sesuai aturan, BYD bakal langsung menanggung seluruh kerugian ekonomi nan timbul," kata BYD.
Garansi nan dinamai Full Damage Coverage ini berdurasi hanya satu tahun. Sasarannya pembeli baru alias pemilik lama nan meng-upgrade fitur God's Eye di mobil mereka ke jenis 5.0.
Selain itu agunan ini hanya bertindak di China, belum ada penjelasan kapan bakal berlabuh di negara lain.
Sebelumnya BYD sudah memberi agunan serupa untuk fitur Intelligent Parking namalain parkir otomatis. Dengan tambahan agunan untuk Urban NOA, BYD sekarang menawarkan agunan ganda, ialah parkir sendiri sekaligus nyetir sendiri di kota.
Kenapa berani?
BYD menyebut keberanian itu berpijak pada tiga modal utama.
Pertama, skala armada. Perusahaan mengeklaim sudah ada lebih dari 3,15 juta kendaraan ber-ADAS mereka nan mengaspal. Angka itu disebut terbanyak di antara produsen China.
Kedua, banjir info harian. God's Eye disebut mengantongi lebih dari 200 juta kilometer rekaman perjalanan setiap hari, nan dipakai untuk mengasah algoritma.
Ketiga, tim riset berisi 5.000 insinyur. BYD mengeklaim ini merupakan tim developer mengemudi otonom terbesar di industri otomotif China.
Pamer Cip 4nm
Di arena nan sama, BYD memperkenalkan XUANJI A3, cip pengendali mengemudi (Driving SoC) nan diklaim sebagai cip mobil 4nm pertama buatan China.
Cip ini disebut sudah masuk produksi massal dan mendukung mengemudi otonom level L3 hingga L4. Semakin tinggi levelnya berfaedah peran manusia di kembali kemudi makin minim.
Dalam konfigurasi tiga cip, XUANJI A3 diklaim sanggup memproses lebih dari 2.100 TOPS, satuan nan menggambarkan seberapa sigap "otak" mobil membaca situasi jalan. BYD juga mengeklaim cip ini 20 persen lebih irit daya daripada produk sejenis.
(fea)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·