Jakarta -
Chip Apple Silicon selama ini dikenal unggul dalam beban kerja AI, benchmark sintetis, tugas kreatif, serta efisiensi daya, namun tetap tertinggal dari kartu skematis dedicated dalam perihal performa gaming.
Meski demikian, benchmark terbaru menunjukkan bahwa lini MacBook Pro teranyar sukses memangkas celah performa tersebut lebih jauh dari sebelumnya, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (2/4/2026).
Sejak Apple memperkenalkan model MacBook Pro baru dengan prosesor M5 Pro dan M5 Max awal bulan ini, Youtuber Andrew Tsai telah menganalisis performanya menggunakan puluhan game PC kelas atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun MacBook secara tradisional tidak dianggap sebagai perangkat gaming, hasil pengetesan Tsai menunjukkan bahwa model terbaru ini bisa menangani beragam game berat pada resolusi 1440p alias 4K di 60 fps tanpa kudu menurunkan pengaturan skematis ke tingkat bawah.
Sebagai contoh, Cyberpunk 2077 nan dianggap sebagai game native Apple Silicon paling berat saat ini, bisa mencapai sekitar 60 fps pada resolusi 1440p upscaled dengan pengaturan tinggi di GPU 20-core milik M5 Pro.
Sementara itu, M5 Max dengan 40-core GPU sanggup menjaga performa serupa pada resolusi 4K upscaled. Game lain seperti Baldur's Gate 3 juga menunjukkan hasil impresif dengan menjaga 60 fps pada pengaturan maksimal di resolusi 4K native.
Bahkan, banyak titel game Windows kelas atas terbaru memberikan hasil nan layak pada kedua prosesor ini, meskipun terdapat penurunan performa nan biasanya menyertai penggunaan lapisan kompatibilitas. Kemajuan terbaru telah memperluas jangkauan game nan mendukung Crossover, salah satu lapisan kompatibilitas paling populer. Game seperti Resident Evil 9 dan demo Pragmata dilaporkan melangkah mulus pada resolusi 1440p di M5 Pro.
Selain itu, modifikasi API skematis baru memungkinkan chip M5 menjalankan beberapa titel game unik Vulkan, seperti Doom 2016, Wolfenstein, dan No Man's Sky jenis Windows. Doom 2016 tercatat bisa mengunci nomor 60 fps pada resolusi 4K native dengan pengaturan skematis maksimal di M5 Max. Namun, SoC Apple ini tetap belum mendukung game Vulkan nan lebih baru seperti Doom Eternal alias Detroit: Become Human.
Di sisi lain, Death Stranding 2 nan biasanya kandas dijalankan di Crossover lantaran persyaratan DirectX 12, sekarang bisa dimainkan berkah modifikasi terbaru. M5 Max bisa mencapai 60 fps pada 1440p upscaled dalam game tersebut. Beberapa titel terkenal lainnya nan sekarang bisa dimainkan termasuk Star Wars Jedi: Survivor, Black Myth Wukong, hingga Elden Ring.
Meski menunjukkan kemajuan pesat, teknologi ray tracing tetap menjadi kelemahan utama Apple. Saat fitur ray tracing diaktifkan pada game seperti Elden Ring, performa skematis langsung turun drastis. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun performa mentahnya meningkat, Apple tetap mempunyai pekerjaan rumah untuk menyaingi keahlian rendering sinar secara real-time milik kartu skematis dedicated.
(asj/asj)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·