Jakarta, CNN Indonesia --
Penyelamatan Gianluigi Donnarumma dalam laga melawan Bosnia and Herzegovina membikin Italia tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Begitu media asal Inggris, The Sun, membikin ulasan. Pasalnya, pengamanan Donnarumma ini dianggap sia-sia, karena jika dibiarkan bakal dianulir oleh wasit.
Pada menit ke-79, saat Italia sedang unggul 1-0 meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-41, tangan Edin Dzeko sempat mengenai bola sebelum ditangkis Donnarumma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola tangkisan kiper Manchester City ini lantas disambar Haris Tabarovic. Tendangan Tabarovic itu tak bisa dimentahkan Donnarumma, sehingga kedudukan menjadi 1-1.
Gol ini kemudian diprotes pemain Italia, tetapi tak digubris wasit Clement Turpin. Donnarumma nan melakukan protes keras apalagi diganjar kartu kuning oleh Turpin.
Mengacu Pasal 12.1 peraturan permainan IFAB, disebutkan bawah sebuah gol nan diawali handball tidak sengaja hanya dapat dianulir oleh wasit jika dilakukan oleh sang pencetak gol.
Handball nan tidak disengaja dan menyebabkan rekan satu tim mencetak gol, tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran. Dalam perihal ini Dzeko dinilai handball tanpa sengaja.
Wartawan Italia Tancredi Palmeri, dilansir dari The Sun, mengkritik patokan FIFA tersebut. Menuutnya, handball tetaplah handball, sehingga gol Tabarovic semestinya tidak disahkan.
"Jika Donnarumma tidak menepis, gol itu bakal terlarangan lantaran Dzeko memukulnya dengan tangan, tapi gol itu tercipta setelah penyelamatan. Jelas ada nan tidak beres dengan aturannya," tulis Palmeri.
Selepas pertandingan, pembimbing Italia, Gennaro Gattuso, menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter Gli Azzurri, dan memihak timnya meskipun kalah.
"Hari ini pemain tidak layak dikalahkan seperti ini. Kami hanya mempunyai 10 pemain, kami mempunyai tiga kesempatan bagus dan mereka nyaris tidak memberi kami ancaman," kata Gattuso.
(abs)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·