Pencarian 2 Pria Terjebak Gua Laos Dihentikan Usai 2 Pekan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim penyelamat menghentikan operasi pencarian terhadap dua laki-laki nan tetap hilang di dalam sebuah gua nan sebagian terendam air di Laos pada Sabtu (6/6), setelah lebih dari dua pekan upaya pencarian berjalan dan angan menemukan keduanya dalam keadaan selamat semakin menipis.

Tujuh penduduk desa dilaporkan terjebak di dalam gua di Provinsi Xaysomboun, Laos tengah, pada 20 Mei lalu. Mereka terperangkap setelah banjir bandang menutup jalur keluar saat sedang berburu kelelawar untuk mencari makanan serta menelusuri jejak area pertambangan emas, menurut media pemerintah Laos.

Tim penyelamat sukses menemukan lima dari tujuh laki-laki tersebut dalam keadaan hidup sepekan kemudian. Seorang korban dievakuasi oleh penyelam pada 29 Mei, sementara empat lainnya sukses dipandu keluar sehari setelahnya setelah air di dalam gua dipompa keluar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dua laki-laki lainnya tak kunjung ditemukan meski pencarian intensif dilakukan oleh tim penyelamat Laos dan sejumlah master internasional.

Penyelam gua asal Malaysia, Lee Kian Lie, nan berasosiasi dalam operasi tersebut sejak 28 Mei, mengatakan misi pengamanan sekarang telah mencapai titik akhir lantaran akibat nan dihadapi tim jauh lebih besar dibanding kesempatan menyelamatkan korban.

"Kami sudah sangat dekat. Kondisi air di dalam gua sebenarnya mulai bisa dikendalikan, tetapi pintu masuk gua mulai tidak stabil," kata Lee kepada AFP.

Ia menjelaskan bahwa melanjutkan operasi bakal sangat rawan bagi para penyelamat. Meski demikian, upaya mengurangi volume air di dalam gua tetap bakal dilakukan melalui pemompaan dan penggalian di beberapa titik aliran air.

"Mungkin saja keajaiban terjadi. Semua orang sudah berusaha. Kami sudah berusaha. Saya turut bersungkawa untuk family mereka," ujarnya.

Lee menyebut operasi di Laos sebagai misi pengamanan paling rawan nan pernah dia ikuti. Tim kudu menghadapi banjir, struktur gua nan rapuh, lorong sempit, pembatasan akses, hingga kualitas udara nan buruk.

Sementara itu, ketua tim penyelamat asal Thailand, Kengkad Bongkawong, menegaskan tidak ada lagi personel nan diizinkan masuk ke dalam gua lantaran kondisi nan terlalu berisiko.

"Tidak seorang pun diperbolehkan masuk ke dalam gua. Risikonya terlalu besar," tulis Kengkad melalui media sosial.

Meski pencarian langsung dihentikan, operasi pemompaan air dari luar gua tetap bakal terus dilakukan.

"Kami belum mengetahui kondisi terkini kedua orang tersebut. Namun, menurunkan ketinggian air di dalam gua adalah langkah terbaik saat ini," katanya.

Ia menambahkan tim penyelamat sebelumnya telah menempatkan persediaan makanan dan perlengkapan memperkuat hidup di sejumlah titik di dalam gua. Kengkad berambisi kedua laki-laki tersebut tetap dapat memanfaatkan perbekalan tersebut andaikan tetap memperkuat hidup.

Menurut Kengkad, curah hujan nan terus meningkat membikin kondisi di dalam gua semakin memburuk. Aliran air hujan nan masuk telah memangkas ruang vertikal di dalam gua hingga hanya sekitar 30 sentimeter, alias separuh dari ruang nan tersedia pada tahap awal operasi penyelamatan.

"Dari hari ini dan seterusnya, hujan diperkirakan bakal semakin deras," ujarnya.

Sejumlah master penyelaman gua internasional, termasuk penyelam Finlandia Mikko Paasi dan mahir asal Jepang Yoshitaka Isaji, telah meninggalkan letak sejak Jumat (5/6).

Lima korban nan sukses diselamatkan sebelumnya ditemukan bergerombol di sebuah lorong sempit sekitar 300 meter dari pintu masuk gua. Mereka mengungkapkan bahwa dua laki-laki nan tetap lenyap memasuki area gua secara terpisah dari golongan utama, sehingga menyulitkan proses pencarian.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional