CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 21:44 WIB
Pemprov DKI meluncurkan Jakarta Film Commission nan menjadi jasa satu pintu bagi industri perfilman di Jakarta. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission yang bakal menjadi jasa satu pintu (one stop service) bagi industri perfilman, khususnya mempermudah proses produksi movie di Jakarta.
Peresmian Jakarta Film Commission dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Jumat, tanggal 26 Juni 2026 Jakarta Film Commission secara resmi saya nyatakan diluncurkan," ujar Rano.
"Malam ini sebetulnya launching Jakarta Film Commission. Dalam Jakarta Film Commission itu adalah pembuatan ekosistem untuk one stop service dalam bagian film," katanya.
Menurut dia, tahap awal Jakarta Film Commission bakal berfokus mempermudah proses syuting melalui program Filming in Jakarta.
Namun, Jakarta Film Commission nantinya juga bisa berfaedah untuk beragam corak kerjasama produksi film, seperti bekerja sama dengan rumah produksi dan juga sineas dalam proses pembuatan film.
"Misalnya ada kemungkinan Jakarta Film Commission kerja sama dengan Mas Reza (Rahadian). Mas Reza bakal produksi, apakah bisa kerja sama sama kita? Bisa," ucapnya.
Rano mengatakan Jakarta Film Commission berada di bawah Jakarta Experience Board (JXB) nan merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
"Ini di bawah BUMD. Ini sebetulnya kan JXB. Jadi artinya JXB ini kan BUMD Jakarta. Jakarta Film Commission adanya di sini lantaran di JXB ada perfilmannya," jelasnya.
Dalam kesempatan sama, General Manager Jakarta Film Commission Muhammad Rayhan Islamy mengungkap pihaknya bakal menjalankan lima program utama untuk mendukung industri perfilman.
Program pertama adalah one stop movie service melalui Filming in Jakarta nan bermaksud mempermudah produksi film.
"Kami mendengar keluhan dan juga masukan dari para kreator movie bahwa untuk syuting di Jakarta tetap banyak kesulitan. Oleh lantaran itu, kami mencoba membikin program tersebut. Di sini tujuannya adalah untuk mempermudah proses produksi melalui Filming in Jakarta," ujar Rayhan.
Program kedua adalah support produksi dan insentif bagi rumah produksi nan melakukan syuting di Jakarta dan melibatkan Jakarta Film Commission.
Ia mengatakan Jakarta Film Commission bakal memberikan support produksi hingga 50 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) produksi film.
"Tentunya dengan aturan-aturan nan kudu kita sepakati," ujar Rayhan.
Jakarta Film Commission juga bakal memanfaatkan beragam aset milik Pemprov DKI, seperti MRT Jakarta, Transjakarta, taman kota, hingga media luar ruang sebagai sarana promosi film.
Rayhan mengatakan Jakarta Film Commission bisa melakukan branding dan promosi melalui aset-aset tersebut.
Ketiga, Jakarta Film Commission mempunyai program pengembangan talenta dan ekosistem industri.
"Kami membujuk semua unsur nan ada di Jakarta untuk terlibat. UMKM, kru nan terlibat, extras, dan lain-lain. Kita bakal memberikan pelatihan," ujar Rayhan.
Di program keempat, Jakarta Film Commission turut membangun budaya perfilman di Jakarta melalui beragam aktivasi di ruang publik
Program kelima adalah promosi dan diplomasi budaya seperti promosi di luar negeri.
(dhz/chri)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·