Pemecah Rekor Apollo Siap Kembali Ke Pelukan Bumi

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Empat astronaut Artemis II menorehkan sejarah dan sekarang siap kembali ke Bumi. Mereka menempuh jarak 400.171 kilometer dari Bumi, melampaui rekor jarak terjauh penerbangan antariksa berawak nan sebelumnya dicetak misi Apollo 13 tahun 1970. Di titik terjauh, kru pesawat Orion menempuh jarak sekitar 406.771 kilometer sebelum berputar kembali menuju planet ini.

Astronaut Kanada, Jeremy Hansen, menanggapi pencapaian itu dengan rendah hati. "Seiring keberhasilan kita melampaui jarak terjauh nan pernah ditempuh manusia dari planet Bumi, kami melakukannya untuk menghormati upaya dan pencapaian luar biasa dari para pendahulu kita dalam eksplorasi antariksa berawak," ungkapnya nan dikutip detikINET dari BBC.

Para kru kehilangan kontak dengan Bumi selama 40 menit saat mereka melintas di sisi belakang Bulan. Setelah komunikasi kembali tersambung, astronaut Christina Koch berkata: "Senang sekali rasanya bisa mendengar bunyi dari Bumi lagi."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segera setelahnya, Orion turun hingga jarak beberapa ribu kilometer dari permukaan Bulan dan kru menyaksikan eklips Matahari total saat Bulan menghalangi sinar Matahari.

Saat pesawat antariksa mendekat dan Bulan tampak membesar dari jendela, para astronaut mulai mengerjakan daftar periksa hal-hal nan kudu didokumentasikan di permukaannya. Mereka mengambil foto dengan sejumlah kamera digital.

Orion tak direncanakan mendarat di Bulan, melainkan terbang mengelilingi sisi jauh nan tak pernah terlihat dari Bumi. Satelit memang pernah memotret sisi jauh tersebut, namun para astronaut ini adalah manusia pertama nan memandang langsung beberapa bagian permukaan sisi jauh Bulan beserta kawah-kawahnya nan luas dan dataran lavanya.

Setelah penerbangan tersebut, Presiden Trump Donald Trump berbincang dengan tim Orion. Ia kemudian bertanya kepada keempat astronaut tersebut mengenai bagian apa nan paling tak terlupakan dari hari mereka.

"Kami memandang pemandangan nan belum pernah disaksikan manusia mana pun, apalagi oleh Apollo sekalipun, dan itu sangat menakjubkan bagi kami," sebut Komandan Reid Wiseman.

Para kru sekarang menghadapi beberapa hari nan lebih tenang untuk melakukan pengecekan dan kembali ek Bumi. Mereka bakal menghadapi ujian terakhir terjun menembus atmosfer nan membara dengan kecepatan nyaris 40.233 kilometer per jam dan pendaratan air dengan parasut di Samudra Pasifik, nan bakal menguji perisai panas serta sistem pemulihan kapsul tersebut.

Tim di darat meninjau kembali agenda masuknya pesawat ke atmosfer Bumi, sementara kru Angkatan Laut menuju ke letak pendaratan di lepas pantai California selatan dekat San Diego, di mana kapsul Orion diperkirakan bakal mendarat di air pukul 20.07 EDT hari Jumat. Cuaca di letak diperkirakan mendukung dengan angin sepoi dan ombak laut sedang.

"Saya bakal bisa bernapas lebih lega setelah kita melewati proses re-entry, dan semua kru sudah mengembang parasutnya serta mendarat di air," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman.


(fyk/rns)

Sumber detik-inet