Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyebut Persija Jakarta dalam tekanan besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4).
Ini tak lain lantaran Persija sangat memerlukan kemenangan untuk menjaga kans juara musim ini. Masalahnya musuh nan bakal dihadapi adalah Persebaya nan punya mental baja.
Apalagi Macan Kemayoran, julukan Persija, nirmenang dalam tiga laga beruntun. Tidak hanya suporter, manajemen tim sedang menyorot performa Rizky Ridho dan kawan-kawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan ada di Persija lantaran mereka tiga kali tanpa kemenangan. Mereka juga berada di atas klasemen dibanding kami," kata Tavares saat bertemu pers sebelum laga, Jumat (10/4).
"Namun kami tidak pernah merencanakan untuk seri alias kalah. Kami selalu mencoba menang. Kami tahu ini bakal sulit, tapi mungkin kami bisa memberi kejutan," ujarnya menegaskan.
Salah satu motivasi terbesar Bajol Ijo dalam laga ini adalah mengulang sejarah nan sudah lama melayang. Ya, Persebaya sudah lama tidak merasakan kemenangan di Senayan.
Terakhir kali Persebaya menang di stadion termegah Indonesia ini pada Desember 2019. Saat itu Persebaya menang 2-1. Musim selanjutnya, kemenangan tak pernah datang lagi.
"Tentu kami memandang hasil masa lalu, tapi sejarah tidak mengubah apa nan bisa kami lakukan besok. Ini bakal jadi pertandingan nan berbeda," ucap mantan pembimbing PSM Makassar ini.
"Yang krusial adalah konsentrasi kami kudu tinggi, lantaran dalam laga tandang terakhir kami kebobolan lima gol (1-5 vs Borneo). Mental pemain kudu kuat dari awal sampai akhir," katanya.
(abs)
Add
as a preferred source on Google
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·