CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 15:30 WIB
Pelaku rencana pengeboman konser Taylor Swift di Wina pada 2024 dijatuhi balasan 15 tahun pada Kamis (28/5). (AFP/SUZANNE CORDEIRO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku rencana pengeboman konser The Eras Tour Taylor Swift di Wina pada 2024 dijatuhi balasan 15 tahun pada Kamis (28/5), atas tuduhan nan berangkaian dengan rencana tersebut.
Pria 21 tahun tersebut merupakan penduduk negara Austria nan dikenal sebagai Beran A. Berdasarkan patokan di negara tersebut, dia dinyatakan bersalah lantaran merencanakan serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya mau mengatakan bahwa saya menyesal," kata laki-laki tersebut sebelum pengadilan menunda sidang untuk memutuskan vonis, seperti diberitakan Variety pada Kamis (28/5).
Pria tersebut sebelumnya mengaku bersalah saat persidangannya dimulai pada April 2025. Ia menghadapi tuduhan termasuk pelanggaran terorisme dan keanggotaan dalam organisasi teroris, lantaran dituduh berjanji setia kepada golongan Negara Islam (ISIS).
Ia dilaporkan berencana menyerang fans Swift dengan pisau alias bahan peledak buatan sendiri di Stadion Ernst Happel dan telah ditahan sejak Agustus 2024.
"Tentu saja, dia sangat menyesali semuanya," kata pengacaranya, Anna Mair, di luar ruang sidang pada awal persidangan. "Dia mengatakan itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya."
Beran A. menghadapi persidangan berbareng Arda K. Mereka diduga merencanakan serangan serentak berbareng seorang laki-laki ketiga di Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab selama Ramadan.
Namun hanya Beran A. nan didakwa mengenai rencana konser tersebut, dan dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan mengenai rencana serangan serentak.
Pada Agustus 2024, Promotor konser Barracuda Music mengumumkan seluruh pagelaran konser The Eras Tour Taylor Swift di Wina, Austria, dibatalkan lantaran ancaman serangan teror ISIS.
Pembatalan konser nan semestinya berjalan 8-10 Agustus 2024 tersebut disampaikan langsung oleh promotor melalui akun IG mereka sehari sebelum konser dimulai.
Sebelum pengumuman tersebut, pihak berkuasa Austria menangkap dua simpatisan ISIS pada 7 Agustus 2024 nan terkonfirmasi sedang merencanakan serangan teror di konser Taylor Swift di Wina.
Dalam konvensi pers, kepala keamanan tertinggi Austria Franz Ruf mengatakan salah satu tersangka ialah laki-laki berumur 19 tahun telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS "dalam beberapa minggu terakhir". Tersangka ditahan di Lower Austria sekitar satu jam dari ibu kota pada Rabu pagi waktu setempat.
"Kami telah menetapkan adanya tindakan persiapan nan sesuai dan juga bahwa pelaku berumur 19 tahun tersebut difokuskan pada konser Taylor Swift di Wina," kata Ruf seperti dikutip AFP.
(end)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·