NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Lamandau mulai mematangkan langkah strategis. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, secara resmi membuka aktivitas entry meeting pertimbangan perencanaan dan penganggaran tahun 2026 berbareng Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.
Acara nan berjalan di Aula Bappedalitbang Kabupaten Lamandau pada Rabu (22/4) ini, dihadiri oleh jejeran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Koordinator Bidang Pengawasan BPKP nan berasosiasi secara daring.
Dalam arahannya, Bupati Rizky menekankan bahwa kehadiran BPKP sangat krusial untuk menjaga, agar roda perencanaan dan penganggaran wilayah tetap berada di jalur nan benar—terukur, akuntabel, dan sesuai regulasi.
“Evaluasi ini krusial untuk menyamakan persepsi. Kita mau memastikan arsip perencanaan disusun secara akuntabel sehingga menjadi pedoman utama nan kuat dalam penyusunan APBD nanti,” ujar Rizky kepada awak media.
Adapun pertimbangan tahun ini bakal menitikberatkan pada lima sektor vital nan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Antara lain pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.
Menurut Bupati, kelima sektor tersebut adalah pilar utama pembangunan wilayah nan kudu selaras dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Selain aspek akuntabilitas, aktivitas ini menjadi arena sinkronisasi antara perencanaan tahunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Rizky berambisi momentum ini dapat menajamkan arah pembangunan, agar lebih konsentrasi dan memberikan faedah nyata.
“Kita mau pembangunan di Lamandau tidak hanya sekadar berjalan, tapi kudu unggul, sejahtera, dan berkeadilan. Kehadiran tim evaluator BPKP kami sambut baik untuk memberikan masukan konstruktif,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Rizky memberikan petunjuk tegas kepada seluruh kepala perangkat wilayah nan menjadi objek evaluasi. Ia meminta agar seluruh jejeran bersikap kooperatif dan transparan.
“Seluruh OPD wajib mendukung tim BPKP, penyiapan info dan info kudu sigap dan jeli dan kelancaran proses pertimbangan diharapkan menghasilkan rekomendasi nan bisa meningkatkan kualitas perencanaan daerah,” tandasnya.
Dengan sinergi ini, Pemkab Lamandau optimis dapat mewujudkan tata kelola finansial nan bersih sekaligus mempercepat pembangunan di seluruh lini. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Lamandau mulai mematangkan langkah strategis. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, secara resmi membuka aktivitas entry meeting pertimbangan perencanaan dan penganggaran tahun 2026 berbareng Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.
Acara nan berjalan di Aula Bappedalitbang Kabupaten Lamandau pada Rabu (22/4) ini, dihadiri oleh jejeran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Koordinator Bidang Pengawasan BPKP nan berasosiasi secara daring.
Dalam arahannya, Bupati Rizky menekankan bahwa kehadiran BPKP sangat krusial untuk menjaga, agar roda perencanaan dan penganggaran wilayah tetap berada di jalur nan benar—terukur, akuntabel, dan sesuai regulasi.
“Evaluasi ini krusial untuk menyamakan persepsi. Kita mau memastikan arsip perencanaan disusun secara akuntabel sehingga menjadi pedoman utama nan kuat dalam penyusunan APBD nanti,” ujar Rizky kepada awak media.
Adapun pertimbangan tahun ini bakal menitikberatkan pada lima sektor vital nan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Antara lain pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.
Menurut Bupati, kelima sektor tersebut adalah pilar utama pembangunan wilayah nan kudu selaras dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Selain aspek akuntabilitas, aktivitas ini menjadi arena sinkronisasi antara perencanaan tahunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Rizky berambisi momentum ini dapat menajamkan arah pembangunan, agar lebih konsentrasi dan memberikan faedah nyata.
“Kita mau pembangunan di Lamandau tidak hanya sekadar berjalan, tapi kudu unggul, sejahtera, dan berkeadilan. Kehadiran tim evaluator BPKP kami sambut baik untuk memberikan masukan konstruktif,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Rizky memberikan petunjuk tegas kepada seluruh kepala perangkat wilayah nan menjadi objek evaluasi. Ia meminta agar seluruh jejeran bersikap kooperatif dan transparan.
“Seluruh OPD wajib mendukung tim BPKP, penyiapan info dan info kudu sigap dan jeli dan kelancaran proses pertimbangan diharapkan menghasilkan rekomendasi nan bisa meningkatkan kualitas perencanaan daerah,” tandasnya.
Dengan sinergi ini, Pemkab Lamandau optimis dapat mewujudkan tata kelola finansial nan bersih sekaligus mempercepat pembangunan di seluruh lini. (bib)
1 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·