Paramount Klaim Gabungan Dengan Hbo Max Tak Sanggup Salip Ott Lain

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 14 Mei 2026 12:10 WIB

Paramount berupaya melobi setelah sejumlah jaksa agung meninjau kesepakatan merger dengan Warner Bros Discovery dalam rangka antimonopoli. Paramount berupaya melobi setelah sejumlah jaksa agung meninjau kesepakatan merger dengan Warner Bros Discovery dalam rangka antimonopoli. (dok. HBO Max/Paramount+ via YouTube)

Jakarta, CNN Indonesia --

Paramount Skydance menyatakan pengambilalihan Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$111 miliar, termasuk di dalamnya HBO Max, tidak bakal menciptakan monopoli alias sanggup menghadapi studio dan jasa streaming (OTT) raksasa lainnya.

Dalam surat kepada Jaksa Agung California, Rob Bonta, kepala bagian norma Paramount, Makan Delrahim, mengatakan merger itu justru bakal membawa "energi kompetitif baru ke ekosistem hiburan."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan Variety pada Selasa (12/5), Delrahim berupaya melobi setelah Bonta dan sejumlah jaksa agung lainnya meninjau kesepakatan merger studio raksasa tersebut sebagai langkah antimonopoli.

"Paramount dan WBD bersama-sama bakal mendorong peningkatan nan berfaedah bagi bioskop dan penontonnya," kata Delrahim. "Selain itu, perusahaan nan berasosiasi ini bakal merilis setidaknya 30 movie per tahun."

"Baik Paramount+ maupun HBO Max tidak mempunyai skala untuk bersaing secara efektif melawan SVOD [layanan video berlangganan sesuai permintaan] terkemuka," kata Delrahim merujuk Netflix, Disney+, Hulu, dan Prime Video milik Amazon.

"Tanpa sesuatu nan transformatif, kedua pihak tidak berada pada posisi untuk tumbuh hingga mencapai skala di mana mereka dapat mengejar para streamer terkemuka."

Menurut info Nielsen per Desember 2025 nan dikutip Variety, Paramount hanya mempunyai 5,8 persen dari penonton VOD berlangganan di AS, dan Warner Bros. Discovery lewat HBO Max hanya mempunyai 5 persen.

"Sebagai perbandingan, tiga platform berlangganan streaming teratas bersama-sama menguasai 65 persen dari semua penonton SVOD AS: Netflix dengan 32,5 persen, Disney 16,7 persen, dan Amazon 15,3 persen," tulis Delrahim.

"Hubungan Paramount dengan operator bioskop tidak bakal berubah secara material setelah merger," kata Delrahim.

"Secara gabungan, Paramount dan WBD hanya mewakili sekitar 25 persen dari pendapatan box office domestik, dengan setidaknya separuh lusin pemasok lain nan bersaing untuk menayangkan movie mereka di bioskop," lanjutnya merujuk Disney, Universal, Sony, Amazon, MGM Studios, dan Lionsgate.

"Dalam lingkungan ini, Paramount kudu terus bersaing secara garang untuk menemukan saluran pengedaran bagi film-filmnya, dengan banyak pengganti lain nan tersedia bagi bioskop untuk mengisi layar mereka," tulis Delrahim.

Meski begitu, dengan megatender ini, Deadline menyebut Paramount-WB berkesempatan mempunyai media dengan cakupan di lebih dari 200 negara di seluruh dunia.

Selain itu, mereka bakal mendapati 128 juta pengguna HBO Max selain dari Paramount+ nan mempunyai 35,8 pelanggan. Dengan begitu, mereka bakal mempunyai setidaknya 163,8 juta pengguna jasa streaming.

Sementara itu, Netflix tetap memimpin dengan jumlah pengguna lebih dari 325 juta di seluruh bumi hingga akhir 2025 lalu. Sedangkan Disney+ dari Walt Disney Company mempunyai 131,6 juta secara global.

Pada Maret 2026, Paramount Skydance berencana untuk menggabungkan jasa streamingnya, Paramount+, dengan HBO Max nan dimiliki Warner Bros Discovery setelah merger keduanya selesai.

Meski bakal menjadi satu jasa streaming, kata CEO Paramount, David Ellison, Paramount berencana menginginkan HBO, sebagai merek, untuk "beroperasi secara independen".

Variety mengatakan belum jelas gimana pengaturan jasa streaming campuran baru itu nantinya. Namun Ellison menegaskan Paramount mau memberikan perlakuan unik kepada HBO nan saat ini dipimpin Casey Bloys.

Perlakuan unik itu bermaksud untuk terus mengembangkan dan memprogram kontan tanpa ada pengawasan ketat dari para bos Paramount.

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-hiburan