Ortu Waspada, Ini 10 Gejala Diabetes Pada Anak Yang Muncul Diam-diam

Sedang Trending 22 jam yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 09 Jun 2026 06:45 WIB

Gejala glukosuria pada anak. Ilustrasi. Gejala glukosuria pada anak sering kali terlihat seperti keluhan sehari-hari. (iStock/FatCamera)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes pada anak sering kali tidak langsung disadari oleh orang tua. Bukan lantaran gejalanya selalu berat, tetapi lantaran tanda-tandanya bisa terlihat seperti keluhan sehari-hari.

Mengutip studi International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes alias ISPAD, glukosuria jenis 1 tetap menjadi jenis glukosuria nan paling umum pada anak dan remaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini perlu dikenali sejak awal lantaran gejalanya bisa berkembang cepat. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan, indikasi glukosuria jenis 1 pada anak biasanya muncul dalam hitungan hari alias minggu.

Karenanya, orang tua krusial memperhatikan perubahan pada tubuh dan kebiasaan anak agar pemeriksaan serta penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Berikut indikasi glukosuria pada anak nan perlu diwaspadai.

1. Sering haus

Anak nan terus-menerus merasa haus bisa jadi sedang mengalami peningkatan kadar gula darah. Saat gula darah tinggi, tubuh berupaya membuang kelebihan gula lewat urine, sehingga anak lebih mudah kekurangan cairan.

2. Sering buang air kecil

Sering buang air mini menjadi salah satu tanda klasik diabetes. Pada anak, tanda ini bisa terlihat dari gelombang ke toilet nan meningkat, popok lebih sigap penuh, alias anak sering terbangun malam untuk buang air kecil.

3. Kembali mengompol

Mengutip dari Mayo Clinic, salah satu tanda glukosuria jenis 1 pada anak adalah kembali mengompol, padahal sebelumnya sudah tidak. Kondisi ini biasanya terjadi lantaran anak lebih sering buang air kecil, termasuk saat tidur malam.

4. Sering lapar

Anak dengan glukosuria bisa terlihat lebih sering lapar alias makan lebih banyak dari biasanya. Ini terjadi lantaran tubuh tidak bisa menggunakan gula darah dengan baik sebagai energi.

5. Berat badan turun tanpa sebab

Berat badan anak nan turun tanpa karena perlu diperhatikan, apalagi jika disertai sering haus dan sering buang air kecil. Anak dengan glukosuria jenis 1 bisa makan lebih banyak, tetapi berat badannya justru turun.

6. Cepat capek alias tampak lemas

Anak nan biasanya aktif tetapi mendadak mudah lelah, lemas, alias tidak berkekuatan juga perlu diperhatikan. Saat tubuh tidak bisa memakai gula sebagai energi, anak bisa terlihat lesu meski sudah makan.

7. Penglihatan kabur

Kadar gula darah nan tinggi dapat memengaruhi cairan dalam tubuh, termasuk pada mata. Akibatnya, anak bisa mengeluh penglihatannya kabur alias susah konsentrasi melihat.

8. Mudah marah alias berubah perilaku

Perubahan perilaku juga bisa muncul pada anak dengan diabetes. Anak dapat menjadi lebih mudah marah alias mengalami perubahan suasana hati.

9. Luka lebih lama sembuh

Menukil laman American Diabetes Association, luka nan lambat sembuh termasuk salah satu indikasi diabetes. Pada anak, tanda ini bisa terlihat dari luka mini nan lebih lama kering alias mudah muncul infeksi.

10. Napas berbau buah, mual, muntah, alias nyeri perut

Ini termasuk tanda ancaman nan perlu segera ditangani. Sebagian anak baru terdiagnosis glukosuria jenis 1 ketika sudah mengalami ketoasidosis diabetik alias DKA.

Gejalanya bisa berupa napas berbau buah, mual, muntah, nyeri perut, sangat lelah, dehidrasi, hingga tampak sangat lemah. Jika indikasi seperti ini muncul, anak perlu segera dibawa ke akomodasi kesehatan.

Diabetes pada anak bisa ditangani lebih baik jika dikenali lebih awal. Pemeriksaan gula darah sederhana dapat membantu memastikan apakah indikasi nan muncul berangkaian dengan glukosuria alias kondisi lain.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle