Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan dirinya bakal tetap memimpin Inggris sampai proses pemilihan penerusnya rampung.
Hal itu diutarakan Starmer saat berpidato mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Partai Buruh sekaligus PM Inggris pada Senin (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya di Downing Street 10th pada Senin pagi waktu London, Starmer mengatakan dia telah meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan agenda proses pemilihan pemimpin partai baru.
"Setiap keputusan nan saya ambil selalu didasarkan pada satu prinsip: mendahulukan negara nan saya cintai. Karena itulah saya bakal mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer saat berpidato nan disiarkan langsung media Inggris.
"Pagi ini saya telah berbincang dengan nan Mulia Raja untuk memberitahukan keputusan saya. Saya bakal meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan agenda proses pemilihan pemimpin baru, dengan pendaftaran calon dibuka pada 9 Juli dan prosesnya diselesaikan sebelum masa reses musim panas," paparnya menambahkan.
Starmer merupakan perdana menteri Inggris keempat nan mengundurkan diri dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Pengunduran diri Starmer ini juga berjalan tepat sehari sebelum peringatan 10 tahun Inggris keluar dari Uni Eropa alias Brexit nan jatuh pada Selasa (23/6) besok.
Saat berpidato, Starmer sempat terlihat terisak hingga suaranya sedikit bergetar.
Ia mengatakan dua tahun terakhir sebagai perdana menteri merupakan momen paling membanggakan dalam hidupnya.
Suara Starmer terdengar sempat goyah dan terisak kala menyampaikan terima kasih kepada keluarganya terutama sang istri dan anak-anaknya nan selama ini mendampinginya hingga bisa berada di titik ini.
"Ketika saya meninggalkan kedudukan terbesar di negara ini, saya bakal mempunyai lebih banyak waktu untuk menjalani peran nan paling krusial dalam hidup saya: menjadi suami terbaik bagi istri saya nan luar biasa, Vic, nan selalu menjadi sandaran saya dalam suka maupun duka; serta menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya nan tercinta, nan merupakan kebanggaan dan kebahagiaan terbesar dalam hidup saya," ucap Starmer sembari terisak.
Dalam pidatonya itu, Starmer menegaskan bahwa dia bakal tetap menjabat sebagai PM hingga proses pemilihan penerusnya selesai.
Ia berjanji bakal memberikan support penuh tanpa syarat kepada penerusnya.
"Saya juga bakal memberikan support penuh dan tanpa syarat kepada penerus saya, lantaran saya tahu bahwa dia bakal mewarisi Britania Raya nan jauh lebih kuat dan lebih setara dibandingkan negara nan saya warisi dua tahun lalu; negara nan lebih siap menghadapi beragam tantangan di masa depan dan lebih bisa memastikan Partai Buruh meraih masa kedudukan kedua di pemerintahan," ucap Starmer.
"Saya juga mau berterima kasih kepada para staf luar biasa di Downing Street Nomor 10 serta jejeran pegawai negeri sipil nan luar biasa di negara ini, nan telah mendedikasikan hidup mereka untuk melayani publik."
(rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·